ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menko PMK Dorong Perguruan Tinggi Hasilkan Oksigen Konsentrator

Rabu, 14 Juli 2021 | 10:21 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi Wagub Jatim Emil Dardak dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi PT Samator dan PT Petrokimia Gresik, Jatim, Selasa, 13 Juli 2021.
Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi Wagub Jatim Emil Dardak dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi PT Samator dan PT Petrokimia Gresik, Jatim, Selasa, 13 Juli 2021. (Istimewa)

Gresik, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, masalah kekurangan oksigen untuk penanganan pasien Covid-19 terus diupayakan pemerintah.

Oleh karena itu, Muhadjir mendorong industri dan perguruan tinggi untuk mengoptimalkan produksi oksigen dalam rangka pemenuhan kebutuhan bidang kesehatan.

Menurut Muhadjir, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak telah menghubungi sejumlah perguruan tinggi di Jatim, terutama yang memiliki fakultas teknik untuk memproduksi oksigen konsentrator.

"Saya yakin di sini ada perguruan tinggi-perguruan tinggi hebat yang bisa menciptakan itu sesegera mungkin karena itu juga tidak membutuhkan teknologi tinggi," ujar Muhadjir didampingi Wagub Jatim Emil Dardak, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengunjungi PT Samator dan PT Petrokimia Gresik, Jatim, Selasa (13/7/2021).

ADVERTISEMENT

Dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Rabu (14/7/2021), Muhadjir menyebutkan, oksigen konsentrator yang diciptakan perguruan tinggi akan dapat membantu mengantisipasi kekurangan pasokan oksigen. Tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman).

"Untuk di Jawa Timur kondisinya relatif sudah cukup baik, hanya masalahnya bagaimana memastikan mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri yang memang suatu saat butuh bantuan oksigen agar bisa tertangani dengan baik," tutur Muhadjir.

Lebih lanjut, Muhadjir mengimbau kepada masyarakat yang telah membeli oksigen dan menyimpannya di rumah agar dapat meminjamkan tetangganya yang sedang isoman dan membutuhkan oksigen. Sedangkan untuk tabung yang kosong supaya segera dikembalikan.

"Jangan disimpan karena dengan disimpan itu menyebabkan kita banyak sekali kekurangan tabung oksigen," ucapnya.

"Kita tahu seperti di RS lapangan itu tidak mungkin disuplai oksigen likuid dengan tanki-tanki yang besar, tetapi pakai tabung yang kecil-kecil. Kalau itu kemudian hilang dari pasar akan menyulitkan kita semua," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, oksigen konsentrator merupakan alat yang dapat mengkonversi udara menjadi oksigen medis dengan saturasi di atas 93% hanya dengan disambungkan atau dicolokkan langsung ke aliran listrik.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon