ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PB IDI: 545 Dokter Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Minggu, 18 Juli 2021 | 15:29 WIB
MB
JM
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: JEM
Peti jenazah dokter yang meninggal akibat Covid-19.
Peti jenazah dokter yang meninggal akibat Covid-19. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Mahesa Paranadipa Maikel mengatakan, sebanyak 545 dokter yang telah meninggal dunia akibat Covid-19 berdasarkan data hingga 18 Juli 2021.

Mahesa menyebutkan, angka kematian dokter paling banyak di Jawa Timur mencapai angka 110 dokter yang meninggal. Kemudian diikuti oleh DKI Jakarta ada 83 dokter, Jawa Tengah ada 81 dokter, Jawa Barat ada 76 dokter, dan Sulawesi Utara ada 38 dokter.

Sementara untuk tenaga kesehatan (nakes) berdasarkan data Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyebutkan ada 7.392 perawat terkonfirmasi dan suspect sebanyak 309, serta meninggal dunia sebanyak 445 orang.

Sementara apoteker ada 42 orang yang meninggal dunia, tenaga bidan 223 orang meninggal, dan tenaga laboratorium 25 orang meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

"Paling banyak dokter yang meninggal dunia adalah laki-laki,  ini mengingat tugas-tugas yang banyak dikerjakan dokter laki-laki di area isolasi Covid-19 walaupun ada dokter perempuan yang bertugas. Ini terus kita pantau kondisinya ke depan," kata Mahesa pada konferensi pers virtual "Update Kondisi Dokter dan Strategi Mitigasi Risiko Mencegah Kolapsnya Fasilitas Kesehatan",  Minggu (18/7/2021) .

Para dokter yang meninggal dunia itu berdasarkan spesialisasi paling banyak adalah dokter umum. Kemudian diikuti oleh spesialis kandungan dan kebidanan, spesialis penyakit dalam, spesialis anak, bedah, dan anestesi.

Mahesa menjelaskan, dokter yang meninggal ini merupakan tulang punggung dalam perawatan pasien Covid-19. Oleh karena itu, untuk saat ini tidak semua dokter spesialis turun ke isolasi. Hal ini mempertimbangkan faktor risiko, komorbid, dan lainnya.

"Kami tim mitigasi sendiri sudah memberikan pedomanan terkait dengan perlindungan dokter cuma memang walaupun sudah divaksinasi hampir sebagian besar tenaga dokter sudah divaksinasi sampai suntikan kedua, namun lonjakan pasien yang cukup tinggi menyebabkan overload beban kerja," paparnya.

Dikatakan Mahesa, kelebihan beban kerja dalam waktu yang lama menimbulkan kondisi kelelahan yang menyebabkan imunitas tenaga kesehatan menurun.

Untuk itu, kata Mahesa, PB IDI terus mengedukasi masyarakat agar tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan (prokes) untuk pengendalian pandemi Covid-19.

"Kita tidak tahu lonjakan kasus ini sampai kapan, meski ada prediksi sampai dengan akhir Juli atau Agustus 2021 tetapi kalau melihat ketidakdisiplinan masyarakat ini yang kita khawatirkan ke depan," ucapnya.

Mahesa berharap ada kerja sama seluruh pihak melawan pandemi Covid-19 bersama agar kasus bisa dikendalikan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon