ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PB IDI Pastikan Ketersediaan SDM Dokter Masih Tercukupi

Minggu, 18 Juli 2021 | 19:12 WIB
MB
WP
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: WBP
Relawan tenaga kesehatan dari Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Keperawatan UPH menjalani tugas sebagai relawan tenaga kesehatan di Kecamatan Kelapa Dua saat program Vaksinasi Covid-19 yang digelar secara serentak oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, Selasa (29/6/2021). Vaksinasi Covid-19 ini menargetkan 200 ribu penerima vaksin Covid-19 dan Fakultas Kedokteran dan Keperawatan UPH menerjunkan sekitar 50 relawan tenaga kesehatan sebagai vaksinator dan petugas screening kesehatan yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Aktif untuk mendukung program vaksinasi massal yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Relawan tenaga kesehatan dari Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Keperawatan UPH menjalani tugas sebagai relawan tenaga kesehatan di Kecamatan Kelapa Dua saat program Vaksinasi Covid-19 yang digelar secara serentak oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, Selasa (29/6/2021). Vaksinasi Covid-19 ini menargetkan 200 ribu penerima vaksin Covid-19 dan Fakultas Kedokteran dan Keperawatan UPH menerjunkan sekitar 50 relawan tenaga kesehatan sebagai vaksinator dan petugas screening kesehatan yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Aktif untuk mendukung program vaksinasi massal yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang. (BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah/Emral Firdiansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Moh Adib Khumaidi mengatakan, dalam penanganan pasien Covid-19 perlu adanya strategi pemberdayaan sumber daya manusia tenaga kesehatan (SDM nakes). Hingga saat ini, SDM dokter masih tercukupi. Berdasarkan data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) terdapat 175.000 dokter, terdiri dokter umum dan dokter spesialis. Jumlah ini tidak termasuk dokter gigi.

Adib mengatakan dari jumlah tersebut, ada tambahan SDM dokter sebanyak 3.320 dokter baru lulus. Kemudian 10.000 pasca-internship dan 3.000 retaker atau calon dokter yang lebih satu kali mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

"Ini kita bisa bagi perannya sesuai kompetensinya masing-masing. 3.000 retaker bisa diberdayakan sebagai tenaga vaksinator sekaligus sebagai modul persyaratan UKMPPD dengan skor visi," kata Adib pada acara konferensi pers "Update kondisi dokter dan strategi mitigasi risiko mencegah kolapsnya fasilitas kesehatan", Minggu ( 18/7/2021).

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah (pemda) segera melakukan mapping atau pemetaan kebutuhan SDM dokter di wilayah masing-masing. Selain itu, perlu menghitung supply dan demand untuk menilai kemampuan fasilitas kesehatan, obat, dan lainnya sehingga bisa dikoordinasikan bersama pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

"Jadi kalau kita membicarakan kebutuhan SDM dokter, kita harus melihat dari situ juga. Sampai sekarang kalau saya bisa katakan, kita belum butuh dokter dari luar negeri. Kita masih mampu, tinggal bagaimana pola pemberdayaannya ini," kata dia.

Menurutnya, hal yang dibutuhkan saat ini adalah alat kesehatan, pasokan obat, dan oksigen. "Jadi tiga hal itu mungkin perlu support dari luar. Tetapi terkait SDM sampai saat ini kita masih mampu," ucapnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon