Ini Rekam Jejak Pimpinan MIT Poso Ali Kalora
Sabtu, 18 September 2021 | 23:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora bersama anggotanya Jaka Ramadhan tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya, di daerah Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9/2021).
Dari berbagai informasi yang dihimpun Beritasatu.com, aparat keamanan sejak lama memburu pentolan kelompok MIT ini. Aparat keamanan menilai, tindak tanduk Ali Kalora, yang mempunyai nama asli Ali Ahmad, sudah sangat meresahkan masyarakat. Selama bergabung dengan jaringan teroris MIT, Ali Kalora kerap kali melakukan tindakan sadis seperti pembunuhan terhadap satu keluarga yang terdiri dari empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 27 November 2020, sekitar pukul 09.00 Wita.
Saat masih bersama dengan Santoso, Ali Kalora juga pernah menghabisi nyawa tiga warga Desa Tangkura Sabtu, 17 Januari 2015. Ketiga warga tersebut yakni, Moudi Alipa, Aditya Tetembu, dan Hery n terhadap aparat keamanan. Salah satunya, penyerangan terhadap anggota Brimob Polda Sulteng yang tengah berpatroli pada Desember 2012.
Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, Pimpinan MIT Ali Kalora pernah menggegerkan karena menyembelih banyak warga dengan sadis di Sulteng.
"Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yang pernah menggegerkan karena menyembelih banyak warga dengan sadis di Sulteng, setelah buron hampir setahun, hari ini ditembak mati Densus AT/88. Ia ditembak bersama seorang anak buahnya Ikrimah, Masyarakat harap tenang," cuit Mahfud dalam akun pribadinya@mohmahfudmd, yang dikutip Beritasatu.com, Sabtu (18/9/2021) malam.
Baca Juga: Mabes Polri Terima Laporan Tewasnya Pimpinan Teroris Ali Kalora
Sementara itu, informasi yang diperoleh, Satgas Mandago Raya menyita sejumlah barang setelah peristiwa baku tembak tersebut. Adapun barang bukti yang disita yakni, antara lain, 1 pucuk senjata M16; 2 hammelok; 2 ransel; 2 jaket; 3 chestrig; 2 selimut; 1 sarung; 3 celana; 1 senter kepala; 1 benang lilit; 1 belanga plus daging; 2 kaos kaki; 1 headset; 1 kepala charger; 1 gunting; garam; 2 baju kaos; 1 kantong tepung kecil isi beras; 1 kantong tepung kecil isi obat-obatan.
Kontak tembak antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris Poso ini terjadi pukul 18.00 WIB sekitar 5 Km dari TKP Buana Sari yang mengakibatkan Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama meninggal dunia.
Saat ini, jasad kedua teroris tersebut masih di lokasi kontak tembak dan rencananya akan dievakuasi untuk selanjutnya dilakukan identifikasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




