Ikut Lapak Ganjar, Pengunjung Galeri Sani Pottery Naik 300%
Minggu, 29 Mei 2022 | 10:42 WIB
Magelang, Beritasatu.com - Angka pengunjung Galeri Sani Pottery meningkat lebih dari 300% berkat Lapak Ganjar.
Hal ini disampaikan oleh Markoni selaku pemilik galeri tersebut. Galeri gerabah Sani Pottery, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang ramai dikunjungi wisatawan. Hal tersebut tidak lepas dari upaya Markoni, pemilik galeri yang mempromosikan usahanya itu di Lapak Ganjar.
"Insya Allah, bergabung dengan Lapak Ganjar bisa dipromosikan dan dikenal lebih luas," ujar Markoni, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Sabtu (28/5/2022).
Galeri Sani Pottery merupakan tempat produksi kerajinan berbahan baku tanah liat, sekaligus wisata edukasi. Sehingga wisatawan yang datang bukan hanya bisa membeli barang-barang hasil produksi, tapi juga bisa mempraktekkan teknik membuat gerabah secara tradisional. Markoni sebenarnya telah mendirikan usaha penjualan gerabah sejak lama, namun baru di akhir 2021 ia membuka galeri.
"Setelah ikut Lapak Ganjar luar biasa tingkat pengunjung. Kenaikan lebih dari 300 persen. Efeknya luar biasa, baik pengunjung maupun pembeli," ungkapnya.
Baca Juga: Lapak Ganjar Bantu Tingkatkan Omzet Penjualan UMKM Ini
Menurutnya, mengikuti Lapak Ganjar sama halnya promosi gratis. Baginya akun instagram Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memiliki followers jutaan itu sangat efektif untuk memperkenalkan usahanya ke masyarakat yang lebih luas.
"Alhamdulillah senang ikut Lapak Ganjar, efeknya terasa. Kami optimis karena followers-nya sudah jutaan dan kita tidak usah repot lagi. Istilahnya promosi gratis tidak mengeluarkan apa-apa," jelasnya.
Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan tersebut membuat Markoni menambah trainer atau mentor dalam pembuatan gerabah bagi wisatawan. Yang awalnya hanya satu sekarang ada lima orang, trauma di waktu libur panjang.
"Kalau hari biasa dua orang, tapi waktu hari libur kita ada lima orang trainer," tutur dia.
Beberapa waktu terakhir, pengunjung paling banyak datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan Surabaya. Selain itu, ada wisatawan mancanegara.
"Paling banyak Jabodetabek dan Surabaya. Ada juga dari Kupang, dan kalau manca kemarin ada dari Prancis lima orang," imbuh dia.
Selain dari wisatawan, gerabah produksinya juga diminati pengusaha restoran dan rumah makan.
"Iya, memenuhi kebutuhan resto, kemarin pesan dari resto di Kendal. Produk kita semua alat makan, aksesoris dan alat dapur," ucapnya.
Sementara itu, Kanaya, seorang wisatawab asal Jakarta mengaku senang dengan pengalaman pertamanya membuat kerajinan dari tanah liat.
"Ini pengalaman pertama, sebelumnya belum pernah. Ini tadi bikin tempat lilin, hanya butuh waktu lima menit. Tapi pengeringannya maksimal satu minggu. Nanti dikirim ke Jakarta kalau sudah jadi," tandasnya.
Baca Juga: Ikut Lapak Ganjar, Penjualan Tas Kristik Kayu Temanggung Naik 75%
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




