Puan Singgung soal Pembangunan Berkelanjutan dalam Sidang P-20
Kamis, 6 Oktober 2022 | 23:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani memimpin sidang The 8th G-20 Parliamentary Speakers’ Summit (P-20). Pada sesi pertama, Puan memimpin diskusi terkait isu iklim dan lingkungan, bertajuk "Percepatan Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau".
"Untuk pertama kalinya dalam 32 tahun, laporan pembangunan manusia PBB menunjukkan standar hidup negara-negara telah menurun secara global selama dua tahun berturut-turut," kata Puan saat memimpin sidang P-20 di gedung DPR, kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/10/2022).
"Pembangunan manusia telah jatuh kembali ke tingkat tahun 2016, membalikkan sebagian besar pencapaian sustainable development goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan," imbuh Puan.
Mantan Menko PMK ini menyoroti upaya pengentasan kemiskinan semakin sulit dicapai. Belum lagi, kata Puan, ketimpangan antarpenduduk dan negara yang semakin tinggi, sehingga upaya pencapaian target tanpa kelaparan semakin berat.
"Hal ini menunjukkan pentingnya kita meningkatkan aksi karena waktu untuk penuhi target SDGs kurang dari 8 tahun lagi, sehingga saya memandang bahwa implementasi SDGs harus dipercepat, dan ketahanan negara berkembang dalam hadapi krisis harus diperkuat," tegasnya.
Akibat krisis multidimensi itu, pendanaan yang dibutuhkan dalam pembangunan menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Kesenjangan pembiayaan SDGs global pun meningkat dari US$ 2,5 triliun per tahunnya sebelum pandemi Covid-19, menjadi US$ 4,2 triliun pascapandemi.
"Karenanya kita tidak bisa bekerja business as usual dan perlu lakukan extraordinary effort," tegas Puan.
Kesenjangan pembiayaan tersebut juga dinilai memerlukan langkah-langkah terobosan untuk pendanaan pembangunan. Puan menyebut peran parlemen penting dalam membantu mewujudkan pemulihan dunia agar menjadi lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
"Parlemen sebagai mitra pemerintah dapat mendukung agar komitmen terwujud dalam aksi nyata," sebutnya.
Puan mengatakan aksi nyata yang dapat dilakukan parlemen, seperti pelaksanaan anggaran yang diarahkan agar bersinergi dengan pembangunan berkelanjutan, termasuk mengakselerasi transisi energi dan penanganan perubahan iklim.
"G-20 yang menguasai 85 persen ekonomi dunia tentunya dapat berdampak signifikan bagi kemajuan dunia jika melakukan aksi konkret dan nyata," tutur Puan.
Baca Juga: Jokowi: Multilateralisme Jalan Efektif Atasi Tantangan Global Bersama
Sesi pertama sidang P-20 menghadirkan sejumlah pimpinan parlemen G-20 sebagai pembicara. Salah satu keynote speaker dalam sesi itu, yakni pimpinan parlemen Inggris, Sir Lindsay Harvey Hoyle yang menyampaikan pentingnya upaya pencapaian SDGs melalui pembangunan hijau.
Kemudian ada juga Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco dan pimpinan parlemen China Chen Zhu. Ketua BPK Isma Yatun yang merupakan Ketua Supreme Audit Institution (SAI) 20 juga ikut menjadi pembicara.
"Saya melihat komitmen besar dari kita semua untuk mengakselerasi pencapaian SDGs dan mengimplementasi green economy, meski dunia sedang menghadapi berbagai tantangan global," kata Puan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




