TAM dan Tmmin Gelar Konvensi Gugus Kendali Mutu

Sabtu, 12 Desember 2015 | 11:36 WIB
IA
B
Penulis: Irawati Diah Astuti | Editor: B1
Pabrik Toyota.
Pabrik Toyota. (Antara/Antara)

Jakarta -  PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (Tmmin) dan PT Toyota-Astra Motor (TAM) menggelar acara Konvensi Quality Control Circle (QCC) atau Gugus Kendali Mutu (GKM) ke-33 di Discovery Hotel Ancol, Jakarta, Sabtu (12/12) siang.

Acara itu sekaligus menandai puncak peringatan tahun ke-25 penyelenggaraan konvensi QCC di Toyota Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan RI Kunjung Masehat.

"Salah satu program andalan kami adalah melalui pelaksanaan QCC yang kami yakini mampu menjadi wahana dalam menciptakan pribadi yang berjiwa inovatif sehingga mampu bersaing di era persaingan regional dan global," kata Presiden Direktur PT Tmmin Masahiro Nonami dalam sambutannya.

Dijelaskan, QCC mulai diimplementasikan sejak 1964 di lingkungan Toyota Motor Corporation (TMC) Jepang. Budaya QCC di lingkungan Toyota Indonesia mulai diperkenalkan sejak tahun 1980-an. Secara formal, QCC mulai digulirkan sejak 1989 dan menjadi sebuah aktivitas rutin yang dikemas dalam sebuah konvensi sejak tahun 1990 atau sudah memasuki masa ke 25 tahun.

Ditambahkan, QCC adalah grup kecil terdiri dari karyawan pelaksana langsung pekerjaan yang secara kontinyu melakukan pengendalian dan perbaikan dari kualitas kerja, produk, dan jasa mereka. Selain beroperasi secara mandiri, grup itu juga memanfaatkan konsep dan teknik kendali mutu serta perbaikan perangkat kerja lainnya, menggali kreativitas anggota, serta mempromosikan pengembangan diri dan pengembangan tim.

Perbaikan
Wakil Presiden Direktur Tmmin Warih Andang Tjahjono mengatakan, latar belakang munculnya aktivitas QCC adalah proses perbaikan di Toyota yang selalu berusaha memperkuat bottom-up idea, fokus pada perbaikan proses, serta partisipasi aktif dari setiap karyawan dalam setiap proses perbaikan.

"Tujuan utama QCC adalah bagaimana perusahaan meningkatkan partisipasi karyawan untuk memperbaiki lingkungan kerjanya sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan dengan senang, mudah, dan ringan yang akan berdampak pada keselamatan kerja, produktivitas, dan kualitas produk," tutur Warih.

Menurut dia, program QCC lahir dari nilai dasar budaya perusahaan yang tertuang dalam Toyota Way yaitu respect for people dan continuous improvement. Respect for people diwujudkan dalam adanya keleluasaan bagi setiap karyawan Toyota untuk berperan aktif dalam memberikan ide perbaikan di perusahaan.

Sedangkan continuous improvement diwujudkan dalam upaya perbaikan yang terus-menerus dilakukan oleh seluruh komponen perusahaan di seluruh lini operasi baik di bidang produksi maupun administrasi. Dalam hal ini, seluruh komponen perusahaan ditantang untuk tidak pernah berpuas diri dengan kondisi yang ada.

Dampak positif dari penyelenggaraan QCC termasuk di antaranya memberikan kesempatan bagi seluruh karyawan untuk meningkatkan kapabilitas individu dan di saat yang bersamaan menjadi bagian dari tim yang kuat. Juga membentuk pola pikir engineer untuk melihat dan melakukan perbaikan yang kreatif dan inovatif, dan menjadi sarana transfer keahlian dan keterampilan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Toyota Kuasai 31 Persen Pasar Mobil RI, Ekspor Tembus 3,15 Juta Unit

Toyota Kuasai 31 Persen Pasar Mobil RI, Ekspor Tembus 3,15 Juta Unit

OTOTEKNO
Toyota Gazoo Racing Raih Kemenangan Berkat Penampilan Naufal Shafwan

Toyota Gazoo Racing Raih Kemenangan Berkat Penampilan Naufal Shafwan

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon