Pemerintah Perkuat Industri Komponen Otomotif

Rabu, 12 September 2012 | 13:56 WIB
AB
B
Penulis: Antara/ Whisnu Bagus | Editor: B1
Ilustrasi: penjualan otomotif
Ilustrasi: penjualan otomotif (Reuters)
Penguatan struktur industri komponen akan dilakukan dari hulu ke hilir dengan memperdalam sistem teknologi.

Pemerintah memperkuat industri komponen guna mendorong pertumbuhan penjualan mobil di atas satu juta unit pada 2014.
 
"Penguatan struktur industri komponen akan dilakukan dari hulu ke hilir dengan memperdalam sistem teknologi serta untuk mengurangi impor sejumlah komponen vital supaya biaya produksi industri perakitan dapat ditekan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi, di Jakarta, hari ini.

Menurut Budi, pemerintah berencana memperkuat struktur industri komponen seiring dengan target pertumbuhan penjualan mobil di dalam negeri yang diperkirakan akan menyentuh 1 juta unit. 
 
Industri komponen pada lapis 1 (tier 1) ke bawah, ujar Budi, strukturnya belum sepenuhnya lengkap sehingga pada lapis 1 dan 2 akan diperkuat dengan meningkatkan investasi dan perluasan produksi suku cadang.
 
"Ekspansi kapasitas produksi yang dilakukan oleh produsen mobil dan motor di dalam negeri akan memperbesar pasar komponen yang dipasok dari industri lokal. Beberapa komponen tersebut di antaranya ban otomotif, pelumas, permesinan dan 'sub-assembling', baterai, rem (disc brake), 'master cylinder', kompresor, plastik otomotif, 'electrical parts', hingga 'forging'," katanya.

Penguatan struktur industri komponen, lanjutnya, akan meningkatkan pertumbuhan industri kendaraan bermotor.  "Pada tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan industri alat transportasi mencapai 10 persen," katanya.
 
Saat ini, populasi industri komponen skala kecil hingga besar mencapai sekitar 1.200 perusahaan. Dari jumlah itu, sebanyak 950 perusahaan memproduksi komponen lapis 3.  Produsen komponen lapis 2 hanya sebanyak 245 perusahaan dan lapis 1 masih 27 perusahaan. 
 
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon