Minat Konversi Motor Listrik Melonjak Tajam pada 2024
Minggu, 16 Februari 2025 | 05:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa minat masyarakat dalam mengonversi kendaraan konvensional menjadi motor listrik mengalami peningkatan signifikan pada 2024.
“Terjadi kenaikan dibandingkan 2023, dengan hanya 145 unit kendaraan yang dikonversi. Saat ini, jumlah motor yang telah dikonversi sudah mencapai sekitar 1.300 unit,” ujar Eniya dikutip dari Antara, Sabtu (15/2/2025).
BACA JUGA
Pemerintah Ajak Masyarakat Konversi Motor Konvensional ke Motor Listrik, Ada Subsidi Rp 8 Juta
Ia juga menjelaskan bahwa dana corporate social responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan telah dimanfaatkan dengan baik, sehingga pemilik kendaraan yang berpartisipasi dalam program konversi motor dan mendapatkan insentif hingga Rp 15 juta.
“Dahulu insentifnya hanya Rp 10 juta, tetapi ada tambahan dari dana CSR perusahaan sekitar Rp 5 juta untuk pembelian baterai. Dengan tambahan ini, insentifnya menjadi Rp 15 juta. Alhamdulillah, dana yang dikelola Kementerian ESDM sudah tersalurkan untuk mendukung program konversi motor listrik,” terangnya.
Program konversi kendaraan listrik akan terus berlanjut guna mempercepat pertumbuhan ekosistem transportasi ramah lingkungan di Indonesia. Keberlanjutan program ini masih menjadi fokus pembahasan di tingkat kementerian terkait.
Sebagai bagian dari upaya transisi menuju energi bersih, pemerintah memberikan subsidi bagi masyarakat yang membeli kendaraan listrik berbasis baterai, khususnya untuk kendaraan roda dua.
Pada 2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,75 triliun untuk subsidi pembelian 200.000 unit motor listrik baru serta 50.000 unit motor konversi.
BACA JUGA
Pemerintah Dianjurkan Sasar Kalangan Masyarakat Ini untuk Dorong Konversi Motor Listrik Gratis
Agar program ini berjalan dengan optimal, Kementerian ESDM menggandeng berbagai mitra kerja, termasuk pelaku usaha di sektor energi dan sumber daya mineral, untuk berkontribusi sebagai sponsor. Sementara itu, kementerian memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk setiap unit motor yang dikonversi.
Eniya juga menambahkan bahwa apabila masyarakat secara kolektif mendukung program konversi motor, maka emisi karbon diperkirakan dapat berkurang hingga 132,25 juta ton CO2.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




