Ford Siapkan Kembalinya Fiesta dalam Versi Mobil Listrik
Kamis, 11 Desember 2025 | 10:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ford tengah menyiapkan kembalinya model kompak yang legendaris, Fiesta, ke pasar global dalam bentuk kendaraan listrik. Nama Fiesta, yang resmi dihentikan secara global pada 2023 dan lebih awal di Amerika Serikat, kemungkinan akan muncul kembali berkat kerja sama baru dengan Renault.
Meskipun Ford belum secara resmi menyebut “Fiesta EV,” arah strategi ini terlihat jelas dengan hadirnya dua mobil listrik kompak bermerek Ford pada 2028 berbasis platform Ampere milik Renault. Jika benar, Fiesta akan kembali ke showroom, hanya saja kini membawa kabel pengisi daya alih-alih tangki bahan bakar.
Setelah meninggalkan Fiesta dan Focus, Ford menyaksikan pangsa pasarnya di segmen mainstream menyusut, terutama di wilayah di mana mobil kompak masih diminati. Kerja sama dengan Renault memberi Ford akses ke platform EV Ampere, yang juga menjadi basis Renault 5 dan Alpine A290, mobil listrik yang terkenal menyenangkan untuk dikendarai.
“Dua model listrik kompak Ford ini telah dikonfirmasi akan dirancang oleh Ford dan diproduksi oleh Renault di utara Prancis,” tulis Autoblog, Kamis (11/12/2025).

Karena Renault tidak memiliki kehadiran di Amerika Utara, kesepakatan ini memberi Ford peluang menghadirkan model kota yang unik tanpa benturan dengan merek Renault. Selain itu, ada tren pasar yang tidak bisa diabaikan: permintaan akan kendaraan terjangkau dan sederhana kembali meningkat.
Hal ini terlihat dari popularitas varian entry-level Ford Maverick, di mana konsumen ramai memilih versi termurah. Artinya, kendaraan kecil, ekonomis, dan efisien masih memiliki tempat kuat di pasar.
Ford sudah memiliki reputasi di ranah EV, terbukti melalui Mustang Mach-E yang menawarkan jarak tempuh kompetitif, teknologi mumpuni, dan performa handal. Namun, penggunaan nama besar pada kendaraan listrik pernah menimbulkan kontroversi.
Misalnya, Mustang Mach-E dianggap menyimpang jauh dari identitas Mustang asli, sementara Capri listrik dianggap berbeda jauh dari coupe Eropa klasiknya. Kekhawatiran serupa muncul untuk Fiesta EV, apakah Ford akan tetap setia pada karakter asli Fiesta atau justru mengubahnya menjadi model yang lebih besar dan sulit dikenali?
Kekhawatiran ini wajar, mengingat Focus versi baru diprediksi akan kembali dalam bentuk SUV. Banyak pihak berharap Fiesta EV tidak berubah menjadi crossover berbentuk coupe yang kehilangan kesan hatchback kecil dan lincah yang dicintai penggemar.
Secara logika, hadirnya Fiesta EV sangat masuk akal. Lebih dari 16 juta unit Fiesta telah terjual di seluruh dunia, menjadikannya salah satu mobil kompak paling ikonik. Model ini dikenal karena terjangkau, praktis, dan menyenangkan, terutama versi ST. Versi listrik akan membantu Ford kembali menguasai segmen entry-level dengan volume tinggi.
Yang menjadi pertanyaan besar adalah sejauh mana Ford akan menghormati warisan Fiesta. Sebuah Fiesta EV berbasis platform Prancis dengan desain modern bisa menjadi strategi tepat, namun bisa juga hanya “kembalinya nama” tanpa esensi.
Satu pertanyaan krusial lain adalah pasar mana yang akan menerimanya. Apakah Fiesta EV akan benar-benar dijual di Amerika Serikat, atau justru pasar Amerika harus menunggu lagi sementara Eropa mendapat mobil listrik kompak unik yang sebenarnya diinginkan konsumen di sana?
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




