Israel, Buat Gagal Indonesia Jadi Tuan Rumah dan Bikin Kejutan Besar di Piala Dunia U-20
Senin, 12 Juni 2023 | 14:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kiprah Israel di Piala Dunia U-20 tahun ini benar-benar membuat kejutan. Tim sebelumnya tak dipandang sebelah mata itu mengakhiri turnamen di Argentina ini dengan bertengger di posisi ketiga. Kejutan luar biasa yang dilakukan tim asuhan Ofir Haim adalah ketika menundukkan favorit juara Brasil, 3-2, lewat babak tambahan di perempat final.
Nama Israel menjadi sorotan di Tanah Air karena tim inilah yang menjadi penyebab Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Penolakan tampilnya Israel oleh beberapa pihak diduga menjadi alasan FIFA untuk mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sempat sibuk melobi FIFA untuk tidak memindahkan lokasi turnamen karena Indonesia sudah mempersiapkan semuanya hingga mencapai 90 persen. Namun FIFA bergeming.
Badan sepak bola dunia itu Dunia memutuskan mencopot status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 pada 29 Maret 2023. Keputusan ini diambil setelah pertemuan antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir.
FIFA akhirnya memutuskan Argentina sebagai pengganti Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dua tahunan ini. Indonesia pun kehilangan status sebagai tuan rumah. Kesempatan Garuda Muda tampil di ajang tertinggi kejuaraan junior antarnegara pun sirna.
Sementara Israel, tim dari Timur Tengah namun tergabung ke konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) ini tetap tampil dan menuai sukses di Argentina. Prestasi yang diraih Israel dalam aksi perdananya di kejuaraan ini bahkan bisa disebut istimewa karena sepanjang sejarah baru kali inilah mereka ikut serta.
Dalam 22 edisi Piala Dunia U-20 yang sudah digelar sebelumnya, Israel belum pernah lolos. Berbeda dengan Indonesia yang pernah ikut kejuaraan junior bergengsi ini pada 1979 saat Bambang Nurdiansyah dan kawan-kawan bertemu pemain yang kemudian menjadi legenda dunia, Diego Armando Maradona.
Israel sebenarnya sudah tampil mengejutkan sejak ikut Piala Eropa U-19 yang digelar di Slovakia tahun 2022. Mereka menjadi runner-up kejuaraan ini setelah di final dikalahkan Inggris 1-3 setelah melewati babak tambahan. Sebelumnya, di babak empat besar atau semifinal, Israel juga menjungkalkan salah satu tim favorit, Prancis, 2-1.
Sebagai runner-up, Israel pun berhak tampil di putaran final Piala Dunia U-21. Israel lolos sebagai wakil Eropa bersama Inggris, Prancis, Italia, dan Slovakia.
Israel berkekuatan pemain yang seluruhnya berbasis di dalam negeri. Hanya satu pemain yang berkompetisi di luar negeri yakni gelandang berusia 19 tahun Tay Abed-Kassus. Pencetak gol terbanyak Israel dalam kejuaraan ini dengan tiga gol yakni Anan Khalaily membela Maccabi Haifa.
Sementara Dor Turgeman dan Omer Senior yang mencetak dua gol masing-masing membela Maccabi Tel Aviv dan Hapoel Tel Aviv. Satu pemain yang berdarah Arab, Hamza Shibli bermain untuk klub Maccabi Haifa.
Di Argentina, Israel bersaing di babak penyisihan Grup C bersama Kolombia, Jepang, dan Senegal. Dor Tuergeman dan kawan-kawan mengawali turnamen ini dengan buruk. Mereka menyerah 1-2 kepada wakil Amerika Selatan, Kolombia. Mereka unggul terlebih dahulu berkat gol Turgeman dari titik penalti. Namun Kolombia mampu membalikkan keadaan dan meraih kemenangan berkat gol Oscar Cortes dan Gustavo Puerta.
Namun Israel tak patah semangat. Mereka memang hanya bermain imbang 1-1 dalam pertandingan kedua melawan Senegal. Israel akhirnya memastikan tiket ke babak 16 besar setelah dalam pertandingan terakhir menundukkan Jepang, 2-1 dan menjadi runner-up Grup C.
Di babak 16 besar, Israel sukses menumbangkan wakil Asia Uzbekistan, 1-0, berkat gol pemain berdarah Arab, Anan Khalaily. Gol kemenangan ini tercipta di pengujung laga saat papan waktu menunjukkan 90+7.
Sementara pada babak perempat final, Israel harus bertemu salah satu tim favorit juara, Brasil, yang juga pemegang lima gelar juara Piala Dunia U-20.
Brasil memimpin lebih dahulu melalui Marcos Leonardo pada menit ke-56. Namun Israel hanya butuh empat menit untuk menyamakan skor melalui aksi Khalaily.
Tim Samba Muda kembali unggul berkat gol yang dilesakkan Matheus Nascimento pada menit ke-91. Namun dua menit kemudian Israel kembali menyemakan skor berkat aksi pemain yang juga berdarah Arab, Hamza Shibli. Pertandingan pun harus dilanjutkan dengan babak tambahan karena skor imbang 2-2 setelah 90 menit.
Saat waktu extra time babak pertama memasuki waktu tambahan, Israel mencetak gol melalui aksi Turgeman. Brasil tak mampu mencetak gol tambahan dalam waktu tersisa. Israel pun melaju ke empat besar.
Di babak semifinal, impian liar Israel melaju ke partai pemungkas akhirnya diganjal Uruguay berkat gol tunggal Anderson Duarte. Israel akhirnya menyekesaikan turnamen ini dengan prestasi luar biasa, bertengger di posisi ketiga, setelah dalam laga play-off menundukkan Korea Selatan, 3-1.
Gol-gol kemenangan pasukan Ofir Haim dicetak Ran Binyamin, Omer Senior, Anan Khalaily. Sementara Korea Selatan hanya mampu mencetak satu gol melalui aksi Lee Seung-won dari titik penalti. Israel pun mengakhiri turnamen junior paling bergengsi di dunia ini dengan menempati posisi ketiga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara







