ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

China Masters 2023: Leo/Daniel Tundukkan Ganda Peringkat 3, Dejan/Gloria Terhenti

Kamis, 23 November 2023 | 14:13 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin.
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. (PBSI)

Jakarta, Beritasatu.com - Dua wakil Indonesia memetik hasil berbeda pada babak 16 besar China Masters 2023, Kamis (23/11/2023).  Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin melaju ke perempat final, sedangkan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari terhenti.

Bermain di Shenzhen Bay Gymnasium, Loe/Daniel mengeklaim tempat di babak delapan besar setelah menundukkan ganda Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. 

Leo/Daniel lolos setelah menundukkan ganda peringkat tiga dunia itu dengan skor 21-18, 16-21, dan 21-11.  Ganda peringkat 13 itu melaju ke delapan besar setelah berjuang 1 jam dan tiga menit.

Hasil ini sekaligus mengubah skor pertemuan antara kedua ganda ini menjadi 4-3, masih untuk keunggulan Astrup/Rasmussen.    

ADVERTISEMENT

Pada babak perempat final, Jumat (24/11/2023), Leo/Daniel akan bertemu ganda peringkat pertama dunia, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Pasangan India ini melaju ke babak delapan besar setelah mengalahkan Akira Koga/Taichi Saito dari Jepang dengan dua gim langsung, 21-15 dan 21-16.  

Sementara Dejan/Gloria gagal melangkah ke putaran selanjutnya setelah dihentikan unggulan ketujuh Kim Won Ho/Jeong Na Eun dari Korea Selatan. Ganda campuran peringkat 18 itu terhenti setelah menyerah 15-21 dan 18-21. Mereka tersisih setelah bermain selama 50 menit.

Gloria mengakui lawan memang lebih siap dibandingkan dia dan Dejan. “Apalagi di gim pertama kami ketinggalan jauh. Saat lawan meningkatkan tempo, kami kaget juga. Kami kejar terus, tetapi poinnya sudah terlalu jauh,” kata atlet kelahiran Bekasi ini.

Menurut Gloria, pada gim kedua, mereka berusaha agar tidak tertinggal jauh dalam pengumpulan poin. Namun. dia dan Dejan kerap melakukan kesalahan seperti sering mati sendiri.

“Namun, selebihnya kami sebenarnya bisa melawan. Sementara lawan tidak gampang mati sendiri. Untuk mendapatkan poin pun kami harus berusaha keras,” ujar atlet berusia 29 tahun ini.

Menurut Dejan, dia dan Gloria kalah karena bermain kurang rapi dan tidak bisa memanfaatkan momentum. “Kami juga tidak konsisten dalam bermain. Kadang sudah bisa memberikan perlawanan ketat, setelah itu hilang. Dari fokus dan konsentrasi juga masih naik-turun,” papar pemain kelahiran Garut ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon