Piala Dunia U-17: Prancis Bertekad Rebut Tiket Final Tanpa Kebobolan
Senin, 27 November 2023 | 18:59 WIB
Solo, Beritasatu.com - Timnas Prancis U-17 bertekad menjaga rekor clean sheet atau tak pernah kebobolan hingga melaju ke final Piala Dunia U-17, Sabtu (2/12/2023) mendatang.
Prancis akan menjalani partai semifinal melawan Mali di Stadion Manahan, Solo, Selasa (28/12/2023) besok. Tim asuhan Jean-Luc Vannuchi akan berusaha keras gawang mereka kembali tak kebobolan.
Menurut Vannuchi, menjaga catatan tak kebobolan sepanjang turnamen ini bisa menjaga mentalitas pemainnya untuk bisa terus melangkah ke babak final Piala Dunia U-17 2023.
Para pemain, menurut pelatih Prancis U-17 Jean-Luc Vannuchi pasti akan berpikir mereka adalah tim hebat karena bisa tetap menjaga gawang mereka dalam kondisi tak tersentuh gol lawan. Catatan manis itu pula yang ingin diperpanjang Prancis saat bersua Mali dalam laga semifinal.
Prancis mengawali aksi mereka babak penyisihan grup E dengan menghajar Burkina Faso, 3-0. Mereka kemudian kembali tak kebobolan dengan menaklukkan Korea Selatan, 1-0.
Prancis juga mengalahkan Amerika Serikat, 3-0, dalam pertandingam terakhir penyisihan grup. Pada babak 16 besar giliran Senegal yang mereka singkirkan setelah menang adu penalti.
Di babak perempat final, Prancis juga tidak kebobolan dan menorehan kemenangan 1-0 atas Uzbekistan.
Vannuchi sadar tugas itu tidak bakal mudah menjaga catatan clean sheat. Pasalnya, Mali merupakan tim kuat. Namun, Prancis yakin bisa meneruskan catatan manis itu. Prancis mengaku sudah mempersiapkan semua dengan baik dan solid.
"Kami akan memperjuangankan sebisa mungkin untuk mengamankan tempat di final. Tim ini akan melanjutkan misi menjaga clean sheet agar bisa melaju ke final dengan kepercayaan diri tinggi,” kata Vannuchi dalam jumpa pers di Media Center Stadion Manahan, Solo, Senin (27/11/2023).
”Betul Mali punya dinamika tim yang apik dengan peluang-peluang yang mereka buat, tetapi, kami pun ingin berusaha untuk bisa mencetak gol di setiap kesempatan seperti lawan Uzbekistan kemarin di perempat final," tambahnya.

Vannuchi menegaskan jika dirinya telah melakukan analisis kekuatan Mali. Dia pun yakin mereka akan lebih siap menjalani babak semifinal ini.
Menurutnya, Mali memang punya intensitas yang baik, tetapi Prancis sudah melakukan analisis.
"Kami pelajari mereka, jadi tentu kami sudah menandai pemain mana yang berbahaya dalam pertandingan ini. Terutama mereka yang ofensif. Dan, kami hanya perlu tetap solif. Kami yakin lebih siap menghadapi semifinal," ujar pelatih berusia 53 tahun ini.
Untuk bisa melaju ke final, Prancis juga sudah banyak belajar dari kejadian pada empat tahun lalu. Kejadian pahit sempat melanda Prancis di Piala Dunia U-17 2019. Saat itu, Les Bleus muda gagal di semifinal setelah kalah dramatis atas Brasil 2-3.
Ketika itu, Prancis unggul lebih dahulu melalui dua gol cepat dari Arnaud Kalimuendo pada menit ketujuh dan Nathanael Mbuku menit ke-13. Namun, segalanya berubah pada babak kedua.
Brasil membombardir pertahanan mereka dan menjebol gawang Prancis langsung dengan tiga gol melalui Kaio Jorge Pinto Ramos (62), Gabriel Veron Foncesa (76), dan Lazaro Vinicius Marques (89).
Prancis bersiap untuk menghindari situasi yang sama di laga nanti. Vannuchi sudah menginstruksikan kepada pemain meski mereka sudah mencetak dua atau tiga gol lebih dulu, masih ada peluang situasi akan berbalik.
"Kami sebenarnya tidak ada persiapan khusus untuk situasi seperti itu bila mana terjadi lagi. Namun, kami bakal mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin bisa terjadi di laga nanti," kata Vannuchi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




