Kalah Adu Penalti Lawan Jerman, Pelatih Argentina: Namanya Untung-untungan
Selasa, 28 November 2023 | 21:35 WIB
Solo, Beritasatu.com- Pelatih timnas Argentina U-17, Diego Placente menyebut jika sejatinya anak asuhnya sudah bermain dengan baik. Mereka kalah dalam adu penalti yang menurutnya hanyalah masalah keberuntungan.
“Tadi merupakan pertandingan yang sulit. Saya rasa kami sudah bermain dengan sangat baik. Pertandingannya sangat menguras fisik dan berakhir seri sehingga penalti dilakukan. Seperti yang kita tahu penalti itu untung-untungan,” ujarnya dalam konferensi pers seusai laga kontra Jerman di Stadion Manahan, Solo.
Jerman unggul lebih dahulu lewat Paris Brunner. Namun, Argentina berbalik memimpin melalui dua gol yang semuanya dilesakkan Agustin Ruberto. Brunner mencetak gol keduanya pada babak kedua dan membawa skor imbang menjadi 2-2.
Max Moersradt membawa Jerman unggul menjadi 3-2. Namun, Ruberto mencetak gol ketiganya dan membuat pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti.
Saat adu penalti empat penendang Jerman Eric Da Silva, Robert Ramsak, Fayssal Harchoui, dan Paris Brunner berhasil melaksanakan tugasnya dan mencetak gol. Sementara hanya satu orang yang gagal, yakni Finn Jeltsch.
Sementara Argentina hanya Juan Gimenez dan Juan Villalba yang eksekusinya sukses membuahkan gol. Sementara dua penendang pertama mereka gagal, yakni Franco Mastantuono dan Claudio Echeverri.
Placende mengakui timnya kecolongan dengan serangan balik yang dilancarkan Jerman sehingga lawan bisa mengendalikan bola.
“Kami mencoba membuat perubahan dan ingin mengambil kembali kendali bola dan mengikuti irama permainan mereka tetapi ya seperti ini jadinya,” kata mantan pemain Bayer Leverkusen ini.
Di sisi lain, sosok yang juga pernah membela Celta Vigo ini mengakui Jerman merupakan lawan yang berat dan bermain dengan sangat baik. Dia pun mengaku bangga dengan performa anak asuhnya yang bisa mengimbangi permainan tim lawan meski akhirnya harus kalah di adu penalti.
“Saya rasa apa yang kami mainkan, kedua tim bermain sangat baik dan memberikan gayanya. Jujur pertandingan tadi sangat menguras fisik sehingga apa pun hasilnya saya sangat bangga dengan para pemain yang berada di bawah bimbingan saya,” ucapnya.
“Saya bisa mengatakan kepada tim saya selamat karena mereka telah memberikan yang terbaik. Saya merasa bangga dengan apa yang sudah mereka lakukan,” imbuh Diego.
Meski mimpi untuk berlaga di final dan menjadi juara Piala Dunia U-17 2023 sudah pupus, Diego mengatakan jika ke depan ia akan menyiapkan tim dengan lebih baik untuk bisa meraih peringkat tiga.
Dalam perebutan peringkat ketiga, Jumat (1/12/2023), Argentina akan bertemu Mali yang menyerah 1-2 kepada Prancis di semifinal.
“Bermain di final tentu jadi impian kami, tetapi ya demikianlah. Saat ini kami fokus menghadapi laga selanjutnya dan semoga kami bisa mencapai hasil yang baik di laga nanti,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




