ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jurnalis Foto Lebanon yang Diamputasi Akibat Serangan Israel Bawa Obor Olimpiade Paris

Minggu, 21 Juli 2024 | 22:51 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Jurnalis foto Lebanon bernama Christina Assi yang terluka parah dalam serangan Israel di Lebanon selatan, membawa obor Olimpiade di Paris sebagai penghormatan kepada rekan jurnalis yang terluka dan tewas di lapangan, Minggu, 21 Juli 2024.
Jurnalis foto Lebanon bernama Christina Assi yang terluka parah dalam serangan Israel di Lebanon selatan, membawa obor Olimpiade di Paris sebagai penghormatan kepada rekan jurnalis yang terluka dan tewas di lapangan, Minggu, 21 Juli 2024. (AP Photo/Thomas Padilla)

Jakarta, Beritasatu.com - Jurnalis foto Lebanon bernama Christina Assi yang terluka parah dalam serangan Israel di Lebanon selatan, membawa obor Olimpiade di Paris pada Minggu (21/7/2024) sebagai penghormatan kepada rekan jurnalis yang terluka dan tewas di lapangan.

Estafet obor yang dimulai sejak Mei 2024 ini merupakan bagian dari perayaan Olimpiade Paris. Sekitar 10.000 orang dari berbagai lapisan masyarakat dipilih untuk membawa api melintasi Prancis sebelum upacara pembukaan pada 26 Juli 2024.

Christina Assi dari Agence France-Presse adalah salah satu dari enam wartawan yang terkena tembakan Israel pada 13 Oktober 2023 saat meliput baku tembak antara pasukan Israel dan anggota Hizbullah di Lebanon. Serangan tersebut menewaskan videografer Reuters, Issam Abdallah, dan Assi mengalami luka parah yang mengakibatkan amputasi sebagian kaki kanannya.

ADVERTISEMENT

Dalam  parade perayaan Olimpiade Paris, videografer AFP Dylan Collins yang juga terluka dalam serangan tersebut mendorong kursi roda Assi saat ia membawa obor di pinggiran kota Vincennes. Rekan-rekannya dari berbagai kantor berita dan ratusan penonton memberikan dukungan.

“Saya berharap Issam bisa menyaksikan momen ini. Saya ingin menghormati wartawan dengan cara ini sambil berjalan dalam kondisi terbaik saya,” kata Assi kepada kantor berita AP sambil menahan air mata.

Sambil memegang obor, Assi ingin mengirim pesan bahwa jurnalis harus dilindungi dan dapat bekerja tanpa takut akan ancaman kematian.

Collins menambahkan, parade ini adalah kesempatan untuk terus menuntut keadilan.

"Serangan yang ditargetkan pada 13 Oktober perlu diselidiki sebagai kejahatan perang,” ujar Collins.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon