PSSI Akan Carter Pesawat untuk Timnas Indonesia Lawan Bahrain dan China
Minggu, 15 September 2024 | 14:44 WIB
Medan, Beritasatu.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan rencana untuk mencarter pesawat untuk mengangkut skuad Timnas Indonesia saat menghadapi dua laga tandang melawan Bahrain dan China pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia grup C.
Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding melawan Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, pada 10 Oktober, sebelum menghadapi China di Stadion Qingdao Youth Football, Shandong, lima hari kemudian.
BACA JUGA
Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Diharapkan Perkuat Timnas Indonesia Lawan Bahrain dan China
Menurut Erick, carter pesawat ini bertujuan untuk menghemat energi para pemain mengingat jarak perjalanan yang cukup jauh.
“Kami sudah mempersiapkan agar tim bisa berkumpul lebih awal, terutama pemain-pemain yang bermain di Indonesia. Sedangkan pemain yang bermain di luar negeri akan langsung bergabung,” jelas Erick di Deli Serdang, Sabtu (14/9/2024) dikutip dari Antara.
“Kami akan mencarter pesawat dari Bahrain ke China karena tidak mungkin pemain harus menempuh perjalanan dari Bahrain ke Doha, lalu ke Hong Kong, Beijing, dan melanjutkan dengan enam jam perjalanan. Itu akan menghabiskan banyak waktu dan membuat mereka kelelahan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Erick juga memberikan apresiasi kepada para pemain timnas yang langsung kembali ke klub masing-masing setelah laga imbang 0-0 melawan Australia pada 10 September.
“Kita harus mengapresiasi para pemain yang setelah pertandingan langsung kembali ke klub mereka. Itu disiplin yang tidak mudah. Beberapa kembali ke Eropa, Amerika, bahkan ke Korea seperti Arhan. Ini tidak mudah, dan perjuangan mereka patut diapresiasi,” lanjutnya.
Menanggapi isu yang muncul terkait pemain naturalisasi timnas yang diduga memiliki paspor ganda, Erick menyatakan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar.
“Akan selalu ada perbedaan pendapat, tetapi kami fokus pada pekerjaan kami. Kami tidak ingin terjebak dalam polemik yang tidak produktif. Ini negara demokrasi, dan kritik itu baik. Fokus kami adalah bekerja, bekerja, bekerja,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




