ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Bawa Pulang 2 Medali Perunggu Kejuaraan Dunia Junior, PBSI Sorot Kurangnya Daya Juang Pemain

Senin, 14 Oktober 2024 | 09:39 WIB
A
R
Penulis: Antara | Editor: RZL
Ganda putri Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine gagal ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2024 di Nanchang International Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Sabtu 12 Oktober 2024.
Ganda putri Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine gagal ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2024 di Nanchang International Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Sabtu 12 Oktober 2024. (./Humas PP PBSI)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala pelatih sekaligus Manajer Tim Bulu Tangkis Junior PP PBSI, Rionny Mainaky, mengaku belum puas dengan pencapaian dua medali perunggu yang diraih di nomor perorangan Kejuaraan Dunia Junior 2024 pekan lalu. Rionny menilai para atlet yang mengisi skuad junior Indonesia tahun ini memiliki kualitas yang baik, tetapi belum cukup kuat.

Dalam nomor beregu, tim Indonesia sukses meraih gelar juara Piala Suhandinata 2024 pekan sebelumnya.

“Kalau ditanya puas, pastinya tidak. Namun, kita harus akui bahwa kita belum cukup baik. Terlihat di babak delapan besar, ada beberapa pemain yang seharusnya bisa menang, tetapi karena melakukan kesalahan sendiri, mereka tidak berhasil,” ujar Rionny dalam keterangan resmi PP PBSI yang dirilis pada Senin (14/10/2024).

ADVERTISEMENT

“Mereka memiliki potensi dan kualitas yang bagus. Ke depan, kita perlu memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Tim kepelatihan dan saya sebagai kepala pelatih harus bekerja lebih keras di tahun depan,” ungkapnya.

Rionny menguraikan beberapa kekurangan yang perlu segera ditingkatkan bagi Bismo Raya Oktora dan rekan-rekannya. Ia juga menekankan pentingnya penambahan pemusatan latihan dengan perhitungan yang cermat.

“Kekurangan yang masih ada adalah daya juang di lapangan. Kita perlu belajar dari China dan Jepang. Permainan yang rapi, stamina, dan pembentukan otot juga harus ditingkatkan. Ini adalah pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan agar tidak tertinggal,” kata Rionny.

“Secara persiapan, tim ini sudah melakukan pemusatan latihan sejak setelah Kejuaraan Asia Junior. Beberapa try out kejuaraan juga dilakukan sebagai bekal persiapan. Namun, melihat penampilan saat ini, saya rasa kita perlu menambah persiapan untuk ke depan,” tambahnya.

Secara khusus, Rionny juga mengevaluasi penampilan Moh Zaki Ubaidillah dan pasangan Isyana Syahira Media/Rinjani Kwinara Nastine di babak semifinal pada Sabtu (12/10/2024).

“Ubed sedikit lagi bisa memenangkan pertandingan. Andai saja dia bisa lebih aktif dalam mengantisipasi, ini adalah pengalaman berharga untuknya, bagaimana mengatasi tekanan, baik dari lawan maupun dari penonton yang banyak,” kata Rionny.

“Isyana/Rinjani perlu meningkatkan fokus. Mereka kehilangan poin dari servis dan terima servis beberapa kali. Hal ini tidak boleh terjadi di laga penting seperti semifinal,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih tunggal putri Indra Widjaja juga memberikan tanggapan mengenai penampilan Mutiara Ayu Puspitasari yang dinilai belum konsisten. Mutiara tampil cukup baik di nomor beregu, tetapi tidak dapat mempertahankan performa di nomor perorangan.

“Secara penampilan, Mutiara memang belum konsisten. Ada saat-saat yang bagus, namun juga ada yang kurang. Saat beregu, dia bermain luar biasa, tetapi di nomor perorangan, penampilannya kurang maksimal,” ungkap Indra.

“Faktor non-teknis berpengaruh lebih besar. Secara strategi dan teknis sudah disiapkan, tetapi karena beban, semua itu tidak dapat dikeluarkan,” tambahnya.

Indra berharap Mutiara tetap semangat untuk masuk ke level senior. Indra menyebut pelajaran dari kejuaraan dunia junior harus dijadikan motivasi untuk masuk ke level yang lebih tinggi.

"Ini memang kejuaraan dunia junior terakhir baginya, tetapi bukan yang terakhir untuk masa depannya. Ini adalah batu loncatan yang baik untuknya, setelah melewati beregu sebagai kapten tim dan bertanggung jawab, meski di perorangan hasilnya kurang baik,” jelas Indra.

“Yang terpenting, batu loncatan ini dapat membantunya berprestasi di level senior nanti. Pastinya dengan latihan yang lebih intens dan mengamati lawan-lawannya. Sepulang dari sini, kurang dari satu minggu, Mutiara akan langsung turun bertanding di Surabaya pada Indonesia International Challenge dan Indonesia Masters Super 100,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Faza/Aisyah Absen pada Indonesia Masters dan Thailand Masters 2026

Faza/Aisyah Absen pada Indonesia Masters dan Thailand Masters 2026

SPORT
Pisah dengan Fadia, Dejan Ferdinansyah Duet dengan Bernadine Anindya

Pisah dengan Fadia, Dejan Ferdinansyah Duet dengan Bernadine Anindya

SPORT
Pisah dari Fadia, Dejan Dipasangkan dengan Pemain Pelatnas Pratama

Pisah dari Fadia, Dejan Dipasangkan dengan Pemain Pelatnas Pratama

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon