Sudirman Cup: Indonesia Sudah Menang 3-1, Febriana/Amallia Tetap Maksimal
Kamis, 1 Mei 2025 | 15:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi tetap tampil maksimal meski Indonesia sudah unggul 3-1 atas Denmark pada Sudirman Cup atau Piala Sudirman 2025.
Pada partai penutup grup D Sudirman Cup atau Piala Sudirman 2025, di Xiamen, China, Kamis (1/5/2025), Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi mengalahkan Alexandra Bøje/Line Christophersen 21-15 dan 21-15.
Dengan kemenangan Febriana/Amallia pada partai terakhir grup D Sudirman Cup 2025 tersebut, Indonesia pun menang 4-1 atas Denmark. Indonesia memastikan menjadi juara grup D.
Amallia Cahaya Pratiwi menegaskan, walau tim Indonesia sudah menang 3-1, mereka tetap fokus pada pertandingan.
“Pasangan Denmark adalah kombinasi pemain tunggal dan ganda. Satu punya pukulan yang tajam, satu berani mengadu di depan,” kata Amallia.
Amallia merasa beruntung karena pasangan Denmark tersebut sudah diturunkan pada laga sebelumnya.
“Beruntung mereka sudah diturunkan di partai sebelumnya, jadi kami setidaknya sudah tahu pola permainannya. Itu cukup membantu,” ujarnya.
Febriana Dwipuji Kusuma mengaku permainan yang diperayakan dirinya dan Amallia lebih baik dibanding lawan Inggris.
“Dibanding saat lawan Inggris, kami merasa permainan kami alhamdulillah sudah lebih baik. Sudah ada peningkatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia dipastikan menjadi juara grup setelah untuk sementara unggul 3-1 atas Denmark pada grup D Sudirman Cup atau Piala Sudirman 2025 di Xiamen, China, Kamis (1/5/2025). Namun, keunggulan Indonesia harus dibayar mahal dengan cederanya pemain ganda putra Daniel Marthin.
Daniel Marthin yang berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri secara gemilang mengandaskan perlawanan andalan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dengan skor 21-16 dan 21-18 pada partai keempat Sudirman Cup.
“Puji Tuhan bisa menang, bisa menyumbang poin untuk Indonesia. Untuk beregu setiap pemain pasti merasakan tekanan, tetapi bagaimana kami bisa mengatasinya,” kata Daniel Marthin.
Menurut Daniel, komunikasi di lapangan dengan Fikri berjalan dengan lancar. Permainan keduanya juga cukup baik.
“Saya melompat lalu mendaratnya tidak pas jadi sekarang merasa ada tidak nyaman di lutut kiri. Kalau bertumpu di kaki kanan masih bisa, tetapi kalau tumpuannya kaki kiri masih sulit. Tadi saya tidak mau terlalu memikirkan hal ini, saya hanya fokus menyelesaikan pertandingan dan memberikan yang terbaik untuk menang,” kata Daniel.

Menurut Daniel, setelah pertandingan tersebut, dia akan fokus recovery sambil diperiksa secara detail. “Semoga tidak ada cedera serius,” ujarnya.
Fikri menegaskan, dari segi permainan, tidak jauh berbeda saat bertemu pada All England. “Hari ini kami lebih fokus dari pukulan 1-2-nya, servis dan pengembalian servis,” katanya.
“Dengan kondisi bola yang cukup berat, kami merasa lawan tidak terlalu memaksa. Beberapa kali kami jauhkan bolanya mereka keteteran. Itu membuat kami jadi percaya diri,” tambahnya.
Sebelumnya, pemain tunggal putri Putri Kusuma Wardani atau Putri KW mencetak skor Afrika atas Line Hojmark pada laga ketiga Sudirman Cup atau Piala Sudirman 2025.
Putri KW mengalahkan Line Hojmark Kjaersfeldt dengan skor telak 21-6 dan 21-5 pada laga ketiga Sudirman Cup atau Piala Sudirman. Skor Afrika atau poin Afrika merujuk pada skor pertandingan dengan selisih angka yang sangat jauh atau dominan.
Dengan kemenangan Putri KW, Indonesia memimpin 2-1 atas Denmark dalam laga terakhir grup D Sudirman Cup atau Piala Sudirman 2025.
“Sempat tegang sejujurnya saat persiapan, tetapi setelah Alwi berhasil menang sudah bisa lega. Masuk lapangan lebih waspada karena rekor pertemuan berimbang,” ujar Putri KW.
Menurut Putri, pada awal pertandingan dia mencoba menjauhkan bola dari jangkauan lawan. “Itu agar saya enak dahulu mainnya dan berhasil. Saya tidak bermain terburu-buru, saya juga membatasi bola atas dia yang cukup tajam. Lawan banyak out sendiri hari ini,” katanya.

Sebelumnya, pemain tunggal putra Alwi Farhan menundukkan Anders Antonsen dalam tiga gim pada laga kedua grup D Sudirman Cup atau Piala Sudirman 2025 di Xiamen, China.
Dengan kemenangan yang diraih Alwi Farhan, maka Indonesia berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Sebelumnya, Indonesia tertinggal 0-1 setelah Rinov/Gloria kalah pada partai pertama Sudirman Cup.
Dalam pertandingan partai kedua grup D Sudirman Cup atau Piala Sudirman antara Indonesia vs Denmark, Alwi Farhan mengalahkan Anders Antonsen dengan tiga gim, 21-17, 15-21, dan 21-17
“Alhamdulillah sangat senang dan sangat bersyukur bisa memenangkan pertandingan dan menyamakan kedudukan untuk Indonesia,” ujarnya.
Pemain belia ini mengucapkan terima kasih kepada pelatihnya, Indra Wijaya. “Terima kasih untuk koh Indra dan koh Jonatan (Christie) karena bukan hanya saya yang ada di lapangan tetapi keduanya sangat membantu saya di luar lapangan,” tambahnya.
Menurut Alwi, dia terus berusaha bermain berani melawan pemain senior seperti Anders Antonsen.
“Saya mencoba bermain lebih berani, fighting spiritnya tidak mau kalah. Itu saja yang saya andalkan. Saya pemain junior dibandingkan lawan, tetapi saya punya tekad yang besar untuk menang,” kata Alwi, yang masih 20 tahun ini.
Menurut Alwi, dia begitu antusias ketika ditunjuk melakukan debut dalam pertandingan Sudirman Cup melawan Denmark.

“Saya merasa sangat excited saat ditunjuk untuk debut hari ini. Tidak terlalu memikirkan akan lawan siapa, yang terpenting saya bisa mengeluarkan apa yang saya bisa, apa yang saya sudah latih dan alhamdulillah ini hasilnya,” kata pemain tunggal putra dari Surakarta ini.
Alwi merasa mendapat tekanan saat masuk lapangan ketika Indonesia tertinggal 0-1. “Saya terpacu karena kak Gloria dan bang Rinov sudah menunjukkan perjuangan yang luar biasa di ganda campuran. Ini mental yang mau kami tampilkan dari tim Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, Rinov Rivaldy/Gloria Emanuelle Widjaja kalah pada partai pertama Sudirman Cup 2025 sehingga Indonesia tertinggal 0-1.
Pada pertandingan grup D Sudirman Cup 2025 yang berlangsung di China, Rinov/Gloria menyerah dari andalan Denmark Jesper Toft/Amalie Magelund dengan skor 20-22, 23-21, dan 16-21.
“Kami banyak kalah di pembukaan permainan, kami tidak bica mencari celah untuk menyerang lawan. Otomatis kami selalu tertekan dengan serangan mereka, itu membuat kami kesusahan,” kata Rinov.
Menurut Rinov, pada gim ketiga, mereka banyak membuang poin pada awal-awal, sehingga lawan menjauh dalam perolehan nilai. Hal itu membuat lawan lebih percaya diri.
“Dampak kejadian di gim pertama sangat berpengaruh pada kondisi kami. Itu posisinya kami sedang mengejar dan poin krusial, adu setting. Ketika kami dianggap foul, langsung game, sangat tidak fair. Kami sempat emosi tetapi wasit sudah mengambil keputusan,” tambah Rinov.
Menurut Gloria Emanuelle Widjaja, kelebihan lawan adalah pada servis. “Kelebihan mereka bisa banyak mendapat poin dari servis. Sangat menganggu kami, kadang tidak terlihat arah servisnya,” ujar Gloria.
Menurut Gloria, pada akhir gim kedua, mereka mencoba nekat dengan mempercepat tempo di gim kedua. “Itu cukup berhasil,” katanya seusai Sudirman Cup atau Piala Sudirman 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




