Gianni Infantino Dikritik karena Absen di Kongres FIFA demi Trump
Sabtu, 17 Mei 2025 | 06:35 WIB
London, Beritasatu.com – Presiden FIFA Gianni Infantino menuai kritik tajam karena lebih memilih mendampingi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam lawatan ke Timur Tengah, ketimbang menghadiri Kongres FIFA ke-75 yang berlangsung di Asuncion, Paraguay.
Donald Trump melakukan kunjungan ke Inggris, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab pada 12–16 Mei 2025, dan Gianni Infantino turut serta dalam rombongan tersebut. Presiden FIFA asal Swiss itu kemudian menggunakan penerbangan pribadi dari Qatar ke Paraguay, tetapi ia tiba terlambat tiga jam, yang memicu kemarahan sejumlah delegasi.
Keterlambatan tersebut membuat beberapa pejabat FIFA, termasuk delapan anggota Komite Eksekutif serta Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris Debbie Hewitt, memilih meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes.
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia Lise Klaveness, menyebut tindakan Gianni Infantino sebagai sesuatu yang mengecewakan.
"Saya memahami mengapa serikat pekerja sepak bola di Eropa merasa frustrasi. Kami juga kasihan pada tuan rumah Paraguay. FIFA harus menjelaskan masalah ini dan lebih mendengarkan suara anggotanya," ujarnya.
UEFA juga menyuarakan ketidaksenangannya dan menyebut penundaan Kongres FIFA selama tiga jam sebagai akibat dari kepentingan politik individu.
Kongres FIFA adalah acara tahunan yang membahas isu-isu strategis dalam dunia sepak bola.
Setibanya di lokasi, Gianni Infantino menyampaikan permintaan maaf kepada para peserta atas keterlambatannya. Ia berdalih bahwa kunjungannya ke Timur Tengah bersama Presiden Trump juga penting, mengingat Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, dan AS akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub 2025 dan Piala Dunia 2026.
"Selama kunjungan ini, para pemimpin dunia juga membahas Piala Dunia, di samping isu politik dan ekonomi. Saya merasa harus hadir demi mewakili FIFA dan sepak bola. Sayangnya, penerbangan saya terganggu," jelas Gianni Infantino.
Infantino diketahui telah beberapa kali bertemu dengan Trump guna membahas penyelenggaraan Piala Dunia di Amerika Serikat. Hubungan keduanya dianggap strategis oleh FIFA. Bahkan, Trump sempat menyebut Gianni Infantino sebagai sahabat lama yang baik.
Terlepas dari kontroversi Gianni Infantino ini, Kongres FIFA ke-75 menghasilkan sejumlah keputusan penting, seperti ekspansi Piala Dunia Wanita dari 32 menjadi 48 tim, target pendapatan senilai US$ 1 miliar, peluncuran dua turnamen baru yakni Piala Dunia Antarklub Wanita (mulai 2028) dan Piala Champions Wanita (mulai 2026).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




