ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rapat Perdana TGIPF Cari Akar Masalah Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 5 Oktober 2022 | 07:55 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Rapat Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan, melakukan rapat perdana, Selasa (4/10/2022) malam di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.
Rapat Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan, melakukan rapat perdana, Selasa (4/10/2022) malam di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan, telah melakukan rapat perdana, Selasa (4/10/2022) malam di kantor Kemenko Polhukam dan langsung dipimpin oleh Ketua TGIPF Mahfud MD serta dihadiri oleh semua anggota tim sebanyak 13 orang namun dua orang via Zoom karena sedang di Papua dan Malaysia.

Hasil dari rapat perdana tersebut, TGIPF bersepakat untuk segera bekerja dan mencari akar masalah dari tragedi Kanjuruhan yang merenggut 125 jiwa dan korban yang dirawat lainnya, serta memberikan rekomendasi untuk menghentikan masalah-masalah yang selalu terjadi terhadap persepakbolaan Nasional.

Seperti diketahui, peristiwa kerusuhan pertandingan di sepakbola Tanah Air sudah sering terjadi dan selalu dibentuk tim pencari fakta, tapi tidak pernah berubah kondisinya, sehingga akar masalahnya harus ditemukan oleh tim ini, untuk kemudian direkomendasikan apa yang harus dilakukan agar tidak terulang di masa yang akan datang.

"Tim akan merekomendasikan penjatuhan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran pada pertandingan antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang," ucap Akmal Marhali, anggota dari TGIPF usai rapat.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, mantan jurnalis olahraga itu pun mengatakan jika TGIPF akan merekomendasikan sinkronisasi regulasi baik regulasi FIFA dan peraturan perundangan di Indonesia, sekaligus melakukan sosialisasi dengan memberikan pemahaman kepada seluruh stakeholder sepakbola, aparat keamanan, suporter, ofisial dan sebagainya. "Semua pihak terlibat harus memahami peraturan ini," ucap Akmal.

Untuk hal-hal yang sifatnya teknis, lanjut koordinator Save Our Soccer (SOS) itu, tim ini akan terus bekerja sesuai rencana yang sedang disusun, dan teknisnya akan diatur dalam bentuk koordinasi berkesinambungan yang dilakukan oleh sekretaris TGIPF.

"Insyaallah dalam tiga minggu ke depan, tim ini sudah dapat menyampaikan hasil kerjanya kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan diharapkan bisa bisa lebih cepat dari target itu," tambah Akmal.

"TGIPF juga menekankan dan disetujui oleh Menpora bahwa semua kompetisi PSSI (Liga 1, 2 dan 3) dihentikan sementara sampai Presiden Joko Widodo menyatakan bisa dinormalisasi, setelah tim ini menyampaikan rekomendasinya tentang seperti apa pelaksanaan penyelenggaraan dan pengamananan pertandingan yang harus dilakukan," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

SPORT
3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

SPORT
Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon