ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dishub Sumut Catat 147 Lokasi Rawan Jelang Mudik Lebaran 2025

Minggu, 16 Maret 2025 | 13:07 WIB
MS
JS
Penulis: M Ihsan Syahreza | Editor: JAS
Jalan lintas timur Sumatera.
Jalan lintas timur Sumatera. (Antara)

Medan,Beritasatu.com - Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub Sumut) mencatat sebanyak 147 lokasi rawan di sejumlah wilayah daerah itu menjelang masa mudik Lebaran 2025. Terkait hal tersebut Dishub Sumut pun melakukan sejumlah antisipasi.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Agustinus Panjaitan ketika memberikan keterangannya, Minggu (16/3/2025).

Agustinus mengatakan pihaknya bersama stakeholder seperti kepolisian sudah melakukan pembahasan terkait hal itu. 

ADVERTISEMENT

"Terkait jalur-jalur rawan itu sebenarnya sudah kita antisipasi sebelumnya. Sudah ada survei kita dan hasil survei juga sudah keluar, sudah kita bahas lewat tim kemarin di rakor dan kita Zoom meeting dengan masing-masing dishub dan lantas setiap daerah," ujarnya.

Sebanyak 147 lokasi rawan, yakni 76 rawan kecelakaan, 47 rawan kemacetan, dan 24 lokasi rawan longsor tersebar di seluruh Sumut. Data ini naik dari titik rawan Nataru 2024-2025 yang tersebar juga di jalur lintas timur, barat, dan tengah Sumut. 

"Kita sudah petakan yang 147 lokasi baik itu rawan kecelakaan, rawan macet, dan rawan longsor di ruas jalan nasional dan provinsi yang jadi jalur utama mudik dan alternatif," ucap Agustinus terkait jalur mudik Lebaran 2025. 

Ia pun mengatakan sudah ada kordinasi dengan Balai Jalan Nasional, kepolisian, dan Balai Pengelola Transportasi Darat, untuk menangani persoalan jalan yang diprediksi akan menjadi jalur utama mudik nantinya. 

"Dan sudah kita breakdown (bagi tugas) juga mana yang prioritas, mana yang sedang, rendah sudah kita petakan semua. Maksudnya agar kita fokus dengan yang prioritas dulu, karena di situ yang berpotensi besar adanya korban," ucapnya. 

Selain itu, berdasarkan surat gubernur juga sudah disiapkan untuk mendata lokasi-lokasi rawan yang belum tertangani di daerah. 

"Kita juga sudah siapkan surat gubernur untuk ke kabupaten dan kota agar daerah juga proaktif melihat mana lokasi-lokasi jalan nasional dan provinsi jika ada jalan yang belum tertangani, biar ada penanganan awal,"ucapnya. 

Ia pun tidak mengatakan sejumlah alternatif yang sudah disepakati untuk menangani jalan di tengah kebijakan efesiensi anggaran tahun ini. 

"Penanganan awal maksudnya, karena sekarang kita pahami juga sedang ada efesiensi anggaran atau recofusing pada 2025 ini, jadi banyak kegiatan yang belum bisa dilaksanakan," ucap Agustinus. 

"Jadi paling tidak penanganan awal untuk kita beri rambu sementara itu penting untuk menginformasikan. Kalau kalau jalan rusak parah paling tidak diratakan saja dulu, yang penting tidak membahayakan dan itu sudah kita sepakati dengan Balai Besar Jalan Nasional," ucapnya. 

Salah satu yang paling mencolok beberapa waktu terakhir yakni jalur Batu Jomba, Kabupaten Tapanuli Selatan juga akan menjadi salah satu perhatian. 

"Iya termasuk itu (Batu Jomba) makanya nanti ada pengerahan personel. Kita siapkan pos pengamanan, pos pelayanan, pos terpadu yang akan dibangun oleh kawan-kawan kita dari kepolisian selama masa arus mudik Lebaran 2025 nanti," ucapnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon