Pernyataan Benny Rhamdani soal Siap Perang Dinilai Harus Dilihat Utuh
Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:05 WIB
Lebih lanjut, Efriza mengatakan kelompok opsisi pernah menggunakan diksi perang pada gelaran Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Kalangan oposisi, bahkan mengasosiasikan pilpres dengan perang badar dan perang total untuk membakar semangat para pendukung.
"Ketika kelompok oposisi menggunakan diksi perang, mereka bilang itu untuk membakar semangat dan membangun kekuatan, tetapi ketika kelompok pendukung Jokowi menggunakan kata yang sama mereka bilang arogan dan otoriter," tuturnya.
Lebih lanjut, Efriza menilai langkah yang dilakukan Benny dalam membela Jokowi tidak bisa disalahkan. Jika dilihat secara utuh, kata dia, Benny hanya ingin mengajak seluruh elemen bersikap proporsional dalam memberi penilaian, serta melakukan kritik berdasarkan data dan kinerja pemerintah.
"Pesan yang ingin disampaikan Benny ke dalam, relawan jangan hanya cuek dan menahan diri, ketika patron dihina-hina. Ia ingin mengajak seluruh komponen untuk memberikan kritik secara proporsional dan tidak memecah belah bangsa," katanya.
Diketahui, potongan video percakapan antara Benny dan Jokowi viral di media sosial. Benny mengaku pihaknya siap tempur di lapangan melawan pihak-pihak yang dianggap menjadi lawan dari Presiden Jokowi.
"Kita ini pemenang, Pak, pilpres, kita ini besar, tetapi serangan lawan ini masih terus. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak. Kalau Bapak enggak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka, maka penegakan hukum yang harus," ujar Benny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




