ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KPU Pastikan Format Debat Keempat Pilpres 2024 Tidak Berubah

Jumat, 19 Januari 2024 | 20:45 WIB
SD
SL
Penulis: Sella Rizky Deviani | Editor: LES
Anggota KPU August Mellaz.
Anggota KPU August Mellaz. (Beritasatu/Yustinus Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam jumpa pers, Jumat (19/1/2024), memastikan format debat keempat di Pilpres 2024 keempat akan sama dengan pelaksanaan debat-debat sebelumnya.

"Format atau rundown dari kegiatan pelaksanaan debat tidak mengalami perubahan. Debat akan dilaksanakan dalam enam segmen yang berlangsung totalnya selama 150 menit, dengan 30 menit untuk jeda iklan. Setiap jeda iklan itu sekitar enam menit. Khusus debatnya berlangsung selama 120 menit," ucap komisioner KPU August Mellaz.

Penyelenggaran debat akan berlangsung di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu 21 Januari 2024 pukul 19.00 WIB. Terdapat enam tema debat, yaitu pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat adat, serta desa.

ADVERTISEMENT

"Saat ini posisinya sejak tanggal 18 malam di JCC sudah posisi loading. Hari ini persiapan-persiapan layout, desain, dan segala macam. Besok Sabtu akan ada gladi kotor dan Minggu akan ada gladi resik yang akan melibatkan tim KPU, penyelenggara, dan juga tim paslon," ujar August Mellaz.

Ia menyampaikan, cawapres nomor urut satu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin akan menjadi peserta debat pertama yang akan memaparkan visi, misi, serta program kerja. Selanjutnya, Gibran Rakabuming Raka dan Mahfud MD.

KPU telah menetapkan moderator debat dari media penyelenggara, yaitu Retno Pinasti dan Zilvia Iskandar. Saat ini, moderator dan kesebelas panelis sudah mulai menjalani karantina.

"Kami sudah mendapatkan konfirmasi kesediaan dari 11 orang panelis yang malam ini akan dilakukan karantina bersama moderator," kata Mellaz.

Berikut daftar 11 nama panelis debat cawapres kedua:

1. Abrar Saleng, ahli hukum agraria dan sumber daya alam, Universitas Hasanuddin

2. Sujito, sosiolog pedesaan, dosen Fisipol UGM

3. Arif Satria, ahli ekologi politik dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam, Rektor Institut Pertanian Bogor

4. Dewi Kartika, ahli agraria, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria

5. Fabby Tumiwa, ahli transisi energi, Direktur Eksekutif Institute Presedential Services Reform

6. Haryadi Kartodihardjo, ahli sumber daya alam dan lingkungan hidup, Guru Besar Fakultas Kehutanaan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor

7. Ridwan Yahya, ahli kehutanan dan lingkungan hidup, Guru Besar Teknologi Hasil Hutan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

8. Rukka Sombolinggi, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Ahli Masyarakat Adat

9. Sudharto P. Hadi, pakar manajemen lingkungan dan Rektor Universitas Diponegoro 2010-2015

10. Sulistiyowati Irianto, Guru Besar Antropologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia

11. Tubagus Furqon Sofhani, ahli perencanaan wilayah dan perdesaan, Institut Teknologi Bandung


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon