Lukisan Bung Karno untuk Ganjar: Warisilah Apinya, Jangan Abunya
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 20:28 WIB
Solo, Beritasatu.com - Dalam suasana semangat peringatan Sumpah Pemuda, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan hadiah ulang tahun berupa lukisan sosok Bung Karno dari seniman kondang Butet Kartaredjasa, Jumat (28/10/2022) malam.Tak tanggung-tanggung, hadiah itu diserahan pada konser Rhapsody Nusantara di Gedung Diamond Solo Convention Center, Jawa Tengah.
Rhapsody Nusantara dihadiri ratusan penonton. Konser memperingati Hari Sumpah Pemuda itu dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Ganjar Pranowo mendapatkan kado ulang tahun dari Butet Kartaredjasa.
Pada lukisan yang menjadi hadiah ulang tahun itu, sosok Presiden pertama RI Bung Karno tampak berdiri santai dengan sebatang rokok di tangan kanan. Warna latarnya merah.
Masih di ruang kanvas lukisan, pada bagian atas tertulis kalimat perintah, "Warisilah Apinya, Jangan Abunya!" Tulisan tersebut dibacakan juga sebagai pesan oleh Butet Kartaredjasa saat menyerahkannya kepada Ganjar.
Seperti biasa, Butet yang sudah menggunakan tongkat dalam aktivitasnya, menyapa para undangan dengan jenaka. "Selamat malam Mas Gibran Walikota Solo putranya Presiden. Selamat malam mas Ganjar Pranowo, bukan Presiden. Saya nggak tahu, yang benar itu bukan (presiden) atau belum (menjadi presiden)," ujar Butet. Seketika hadirin menyambutnya dengan teriakan "belum".
Dalam pengantarnya, Butet bernarasi, Sumpah Pemuda tahun 1928. Bayangkan, para leluhur bangsa kita mempunyai imajinasi luar biasa tentang persatuan Indonesia. Tetapi kita besyukur pas tanggal 28 Oktober, 40 tahun kemudian lahir anak bangsa yang punya imajinasi yang sama tentang Indonesia: Ganjar Pranowo.
"Kowe (kamu) ulang tahun saiki (sekarang). Saya meskipun seniman miskin kasih hadiah. Mau nggak?" ujar Butet, anak dari koreografer dan pelukis senior Indonesia (alm) Bagong Kussudiardjo serta saudara kandung aktor, sutradara, dan musikus, (alm) Djaduk Ferianto.

Ganjar Pranowo pada Konser Rhapsody Nusantara, Jumat, 28 Oktober 2022 malam.
Lukisan yang dihadiahkan, menurut Butet, merupakan lukisan yang membuat Ganjar terpesona ketika Gubernur Jawa Tengah itu mengunjungi sanggarnya beberapa waktu sebelumnya. Karena itulah muncul keinginan Butet memberikannya sebagai hadiah ulang tahun Ganjar yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Rhapsody Nusantara yang dihelat di Diamond Solo Convention Center, Jumat (28/10/2022) malam berlangsung meriah. Semangat Sumpah Pemuda kembali digaungkan melalui harmoni nada dan lantunan lagu-lagu Nusantara.
Laman Pemprov Jateng menulis, event yang menghadirkan seniman-seniman terkenal itu juga menjadi lantunan doa bagi Ganjar Pranowo. Sebab, pada hari yang sama Ganjar sedang berulang tahun ke-54.
Pertunjukan kolaborasi antara musik, tari, dan puisi itu dibuka dengan penampilan dari kelompok Kolintang Gratia. Kemudian disambung dengan alunan gamelan Sekaten yang dimainkan oleh para pengrawit wanita.
Panggung Rhapsody Nusantara kian meriah dengan penampilan dari berbagai seniman seperti Dira Sugandi, Sruti Respati, Filda Wibowo, Melati Arumsari, hingga Dewi Pembayun. Mereka begantian menampilkan pertunjukan yang menggambarkan keanekaragaman yang dipersatukan dalam wadah Indonesia di bumi Nusantara.
Selain itu ada juga pembacaan puisi dari aktris kawakan Christine Hakim dan Butet. Christine Hakim naik ke panggung tepat sesaat setelah kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar dan Butet pada Konser Rhapsody Nusantara, di Solo, Jumat, 28 Oktober 2022 malam.
Christine Hakim membacakan sebuah puisi karya WS Rendra. Seusai membaca puisi, ia kemudian menyapa Ganjar dan memberikan ucapan selamat ulang tahun. "Izinkan saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun, kepada Bapak Gubernur, Pak Ganjar. Semoga Pak Ganjar diberikan umur yang panjang, umur yang barokah. Dan semoga Pak Ganjar selalu disayangi dan dikasihi Allah, selalu dibimbing dan dituntun Allah, dan selalu menjadi pemimpin yang amanah," katanya.
Ucapan selamat dan doa itu langsung disambut oleh Ganjar Pranowo yang berjalan menghampiri Christine Hakim. Keduanya kemudian berjabat tangan dan sesekali terlihat tertawa bersama. Sementara pertunjukan dilanjutkan dengan penampilan dari Butet Kartaredjasa.
Butet tidak bermonolog tetapi membacakan puisi karya Gus Mus. Sebelum itu, ia lebih dulu menyapa Ganjar dan tamu undangan lainnya. Bahkan Butet secara khusus mengundang Ganjar untuk naik ke atas panggung. Ia ingin memberikan hadiah ulang tahun kepada Ganjar.
Ganjar Pranowo mengatakan, acara Rhapsody Nusantara merupakan pertunjukan yang top. Selain membawa semangat Sumpah Pemuda, artis yang tampil dan berkolaborasi juga semuanya merupakan artis nasional.
Ganjar juga sempat menanggapi hadiah lukisan Soekarno yang diberikan Butet Kartaredjasa. Ia menceritakan saat main ke rumah Butet Kartaredjasa beberapa waktu lalu memang ada sejumlah lukisan yang membuatnya tertarik. Salah satunya adalah lukisan Soekarno itu.
"Ada beberapa lukisan yang menarik, salah satunya lukisan Bung Karno. Saya bilang lukisan ini bagus sekali ya. Dan ada lagi satu lagi lukisan yang saya naksir, yaitu lukisannya Kapolri zaman dulu, Pak Hoegeng. Jadi di lukisan itu Pak Hoegeng mengecat (melukis) Pak Hoegeng. Pak Hoegeng yang dicat itu adalah Kapolri dan belum tuntas. Filosofinya dalam banget itu," tandas Ganjar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




