Kunjungi TPA Jatibarang, Ahmad Luthfi Komitmen Selesaikan Masalah Sampah dari Hulu ke Hilir
Sabtu, 28 September 2024 | 10:00 WIB
Semarang, Beritasatu.com - Calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Ahmad Luthfi berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu hingga hilir. Dalam kunjungannya ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang, Jumat (27/9/2024) Luthfi berdialog dengan para pemulung untuk menggali lebih dalam mengenai isu sampah yang ada.
Luthfi mengakui bahwa hingga saat ini, sampah masih menjadi masalah penting yang harus segera ditangani. Ia menekankan perlunya penanganan sampah serta upaya untuk menekan jumlah sampah, terutama yang berasal dari rumah tangga.
Selama dialog, Luthfi menerima banyak masukan, termasuk informasi mengenai tingginya volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang setiap hari. Ia mencatat bahwa sampah yang diterima masih bercampur tanpa pemilahan sebelumnya.
"Lebih baik jika sampah sudah dipilah sejak dari rumah. Kita perlu tahu mana sampah yang bisa diolah kembali dan mana yang tidak," jelasnya.
Dengan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, Luthfi meyakini bahwa jumlah sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang. Luthfi yang maju Pilgub Jabar 2024 berpasangan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 Taj Yasin Maimoen itu memberikan contoh bahwa sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Dengan cara ini, jumlah sampah yang mengendap di TPA bisa dikurangi, sehingga tidak menumpuk seiring waktu.
Luthfi juga menekankan pentingnya peran pemulung di TPA, namun ia menegaskan bahwa taraf hidup mereka perlu ditingkatkan melalui pengolahan barang-barang bekas.
"Mengandalkan hasil penjualan barang bekas saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup," imbuhnya.
Sutinah, seorang warga Boyolali dan pemulung di TPA Jatibarang, mengaku kesulitan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa harga botol plastik yang berhasil dikumpulkannya hanya dihargai Rp 400 per kilogram oleh pengepul.
"Sehari, kalau bisa dapat 10 kilogram itu sudah bagus," ujar wanita yang telah 25 tahun berprofesi sebagai pemulung di TPA Jatibarang.
Koordinator Pemulung Tarno menyatakan bahwa dulunya ada pengolahan kompos di lokasi tersebut. Namun, setelah pemiliknya meninggal, program tersebut tidak lagi berjalan.
BACA JUGA
Survei Poltracking: Elektabilitas Ahmad Luthfi-Taj Yasin Unggul atas Andika-Hendrar Prihadi
Saat ini, jumlah pemulung di TPA Jatibarang sekitar 350 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan tinggal di permukiman sekitar TPA.
"Penanganan sampah ini memang harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Selanjutnya, pemerintah provinsi juga harus turun tangan untuk menangani sampah dan meningkatkan taraf hidup para pemulung," tutup Tarno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




