Debat Pilgub Jabar, 4 Paslon Komitmen Majukan Budaya hingga Industri Kreatif
Sabtu, 16 November 2024 | 22:39 WIB
Cirebon, Beritasatu.com - Keempat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat menyampaikan komitmen mereka untuk memajukan budaya dan industri kreatif, dalam debat publik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2024 putaran kedua yang digelar di Cirebon, Sabtu (16/11/2024) malam.
Debat publik dengan tema “Budaya Inovatif” ini membahas berbagai isu penting di Jabar yang mencakup toleransi agama, lingkungan hidup, maupun inovasi.
Paslon nomor urut 1 Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina menggarisbawahi pentingnya menjaga tradisi masyarakat Jabar, terutama di wilayah pinggiran.
Baca Juga: Debat Pilgub Jabar: Dedi Mulyadi Ungkap 4 Elemen untuk Memperkuat Identitas Budaya di Jabar
Pasangan ini hadir dalam debat publik kedua, dengan menampilkan batik mega mendung khas Cirebon sebagai simbol budaya yang harus dilestarikan. “Kami mengenakan batik mega mendung khas Cirebon malam ini sebagai simbol penghormatan terhadap budaya setempat,” ujar Gitalis Dwinatarina dikutip dari Antara.
Paslon nomor urut 2 Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja menyampaikan gagasannya bahwa budaya tidak hanya menjadi warisan, melainkan dapat menjadi bagian dari industri kreatif yang bernilai ekonomi.
Mereka menilai wastra Nusantara seperti batik dan tenun yang ada di seluruh kabupaten/kota di Jabar, memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Baju yang saya pakai ini adalah hasil karya saya sendiri, brand fesyen saya sendiri. Artinya apa, budaya bisa menjadi industri. Budayanya lestari, industrinya bisa menghasilkan keuntungan,” kata Ronal Surapradja di lokasi debat.
Hal senada disampaikan paslon nomor urut 3 Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie, yang menyoroti keunikan batik mega mendung sebagai salah satu identitas budaya masyarakat di Cirebon.
Baca Juga: Debat Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi Ingin Bangun Jabar dengan 4 Kerangka Dasar
Menurut mereka, pelestarian budaya lokal seperti ini dapat memperkuat daya tarik bagi Provinsi Jabar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini karena tema terkait masalah budaya, tentu kami juga sangat menghormati dan mencintai budaya di Kota Cirebon,” kata Ahmad Syaikhu.
Sedangkan, paslon nomor urut 4 Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan menjelaskan ada empat elemen yang memperkuat identitas budaya di Jabar, yaitu bahasa, makanan, fesyen, dan seni.
Mereka juga menegaskan perlunya pemanfaatan teknologi digital di Jabar, untuk mendukung promosi dan pemasaran produk yang dihasilkan dari adanya budaya tradisional.
“Keempat elemen ini harus mendapat ruang di era digital agar produk masyarakat tradisi dapat diakses lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi,” ungkap Dedi Mulyadi.
Keempat paslon sepakat bahwa pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif, dapat berjalan seiring untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di Jabar.
Sementara itu, anggota KPU Jabar Hedi Ardia mengatakan debat publik putaran kedua ini, dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam menentukan pilihan mereka pada Pilkada 2024.
Dia menambahkan bahwa tema kali ini dipilih untuk menggali visi-misi dan gagasan para paslon, terkait pelestarian budaya sekaligus inovasi yang relevan dengan kondisi masyarakat di Jabar.
“Tema ini terkait budaya inovatif, nanti ada beberapa subtema di antaranya toleransi agama, lingkungan hidup dan inovasi,” ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




