Antisipasi Cuaca Ekstrem pada Hari Kerja, Pj Gubernur Jakarta Pertimbangkan WFH untuk Anak Sekolah dan ASN
Selasa, 10 Desember 2024 | 18:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tengah mempertimbangkan kebijakan work from home (WFH) sebagai langkah untuk mengurangi dampaknya, terutama jika cuaca buruk terjadi pada hari kerja. Pj Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi, mengungkapkan bahwa jika banjir terjadi pada hari kerja, kebijakan WFH akan diterapkan untuk siswa sekolah dan aparatur sipil negara (ASN), serta kementerian atau lembaga terkait.
"Jika cuaca ekstrem menyebabkan banjir pada hari kerja, kami akan mempertimbangkan kebijakan WFH. Ini juga berlaku untuk ASN dan siswa sekolah. Tidak menutup kemungkinan bagi kementerian dan lembaga lain juga," kata Teguh di Kemenko PMK, Jakarta dikutip Antara, Selasa (12/10/2024).
Teguh menjelaskan bahwa dampak banjir yang terjadi pada hari kerja akan berbeda jika dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada akhir pekan, sehingga kebijakan WFH perlu dipertimbangkan secara matang untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas.

Selain kebijakan WFH, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem. Operasi ini menggunakan pesawat Britten Norman PN2T yang dapat menyemai sekitar 3.200 kg bahan modifikasi cuaca setiap harinya. Operasi ini dilaksanakan dengan anggaran rutin dari BPBD DKI Jakarta dan koordinasi dengan BNPB untuk langkah-langkah berikutnya.
Teguh menegaskan bahwa meskipun modifikasi cuaca merupakan upaya penting, pihaknya tetap mengedepankan langkah-langkah antisipasi lain, termasuk edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem ini.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Jakarta terus memantau potensi cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi wilayahnya dan berkomitmen untuk melaksanakan berbagai langkah optimal guna mengurangi risiko dari cuaca buruk yang dihadapi.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperpanjang status peringatan dini cuaca ekstrem hingga 15 Desember 2024. BMKG mengingatkan bahwa curah hujan di wilayah Jabodetabek diperkirakan akan meningkat secara bertahap, dengan puncaknya diprediksi terjadi sekitar tanggal 15 Desember, yang bisa mencapai 100 mm per hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




