Aksi Demo Besar Ojol, Driver Pilih Setengah Hari Kerja atau Libur
Selasa, 16 September 2025 | 19:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) bersiap melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran yang dinamai 179 Ojol pada Rabu (17/9/2025) besok. Aksi ini rencananya berlangsung di tiga lokasi strategis, yakni Kementerian Perhubungan, Istana Kepresidenan, dan DPR, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap merugikan pengemudi.
Sebagai bentuk solidaritas, para pengemudi dijadwalkan menonaktifkan aplikasi secara masif, sehingga layanan transportasi online diperkirakan lumpuh sementara. Namun, sebagian pengemudi memilih tetap beroperasi, meski hanya setengah hari, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.
Abim (24), salah satu pengemudi ojol, mengaku belum pernah mengikuti demonstrasi sebelumnya. Ia memutuskan untuk tetap menarik penumpang pada pagi hari sebelum menonaktifkan aplikasinya siang hari.
“Paling saya narik dari pagi doang setengah hari, selebihnya saya off menghargai aksi teman-teman,” kata Abim saat ditemui Beritasatu.com di Jakarta pada Selasa (16/9/2025).
Abim menilai tuntutan aksi tersebut cukup mewakili keresahan para pengemudi, khususnya terkait layanan Argo Goceng (Aceng) yang dianggap tidak adil.
“Sebenarnya iya sih mewakili juga. Kami dari driver reguler merasa dari Argo Goceng itu kurang adil, makanya rata-rata driver pada kesal juga sama Aceng,” ujarnya.
Pengemudi lain, Wawan (42), juga mendukung aksi tersebut meski memilih tidak turun ke jalan. Ia memanfaatkan waktu aksi untuk beristirahat di rumah, karena biasanya tetap harus bekerja untuk memenuhi cicilan.
“Kalau off serempak ya saya libur, tetapi setelah aksi selesai, saya tetap narik malam karena ada cicilan di Grab,” ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan Rizky (29). Ia mendukung aspirasi rekan-rekannya tetapi tetap memilih online demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kalau semua off bareng, otomatis orderan juga enggak jalan, tetapi saya pribadi masih tetap online karena ada tanggungan keluarga,” katanya.
Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menjelaskan, aksi ini akan melibatkan ribuan pengemudi roda dua maupun roda empat dari berbagai daerah. Aksi diawali di Kementerian Perhubungan, berlanjut ke Istana Kepresidenan, dan berakhir di DPR.
Salah satu tuntutan utama adalah desakan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, yang dianggap lebih berpihak kepada perusahaan aplikator dan menolak aspirasi pengemudi, termasuk terkait kebijakan potongan 10%.
Igun juga mengimbau masyarakat agar menyiapkan moda transportasi alternatif pada hari aksi. Ia menekankan bahwa sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi secara masif, sehingga mobilitas warga bisa terganggu.
“Imbauan Garda terhadap warga Jakarta, pilih moda transportasi alternatif pada Rabu 17 September 2025, karena layanan transportasi online kemungkinan besar akan berhenti sementara,” ujar Igun.
Dengan aksi ini, para pengemudi ojol berharap suara mereka didengar oleh pemerintah, terutama terkait perlakuan adil dalam sistem tarif dan layanan aplikasi yang saat ini dirasa memberatkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




