ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Rendam Jalan Daan Mogot, Ratusan Motor Mogok Saat Coba Terobos

Minggu, 8 Maret 2026 | 11:37 WIB
AT
SM
Penulis: Andrew Tito | Editor: SMR
Banjir menggenangi Jalan Daan Mogot kilometer 11, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (8/3/2026) pagi.
Banjir menggenangi Jalan Daan Mogot kilometer 11, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (8/3/2026) pagi. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Jakarta, Beritasatu.com — Banjir setinggi hingga 50 sentimeter (cm) menggenangi Jalan Daan Mogot kilometer 11, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (8/3/2026) pagi. Genangan air yang menutup hampir seluruh badan jalan membuat arus lalu lintas tersendat. Ratusan sepeda motor yang nekat menerobos banjir mendadak mogok.

Pantauan Beritasatu.com, banjir yang terjadi setelah hujan lebat mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3/2026) malam,  menggenangi hampir seluruh ruas Jalan Daan Mogot pada kilometer 11 hingga batas trotoar. 

Dalam kondisi tertentu, genangan air bahkan membuat permukaan aspal nyaris tidak terlihat. Akibatnya, banyak pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir akhirnya mengalami mati mesin di tengah jalan.

ADVERTISEMENT

Banjir yang terjadi di ruas jalan tersebut juga dipicu oleh luapan air Kali Sekretaris yang hingga kini masih berlangsung. Kondisi ini membuat debit air di kawasan Jalan Daan Mogot terus bertahan dan belum menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan.

Sejumlah warga sekitar menyebut banjir mulai terlihat sejak pagi hari dan terus meningkat seiring intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

Seorang warga sekitar, Indra mengatakan genangan air mulai terlihat sekitar pukul 07.00 WIB dan terus bertambah hingga mencapai puluhan sentimeter.

“Dari tadi sekitar jam tujuh pagi sudah banjir di sini. Sekarang sudah naik, ada kali sekitar 30 cm sampai 50 cm,” ujar Indra saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, banjir di kawasan tersebut bukanlah kejadian baru. Setiap kali hujan deras mengguyur Jakarta Barat, ruas jalan tersebut kerap tergenang air hingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.

Ia menduga genangan air berkaitan dengan aliran menuju Kali Cengkareng Drain yang berada tidak jauh dari lokasi. Saat debit air meningkat, saluran drainase tidak mampu menampung aliran sehingga air meluap ke jalan.

“Sering di sini banjir. Apalagi yang depan itu dekat aliran ke Sungai Cengkareng Drain, di situ juga sering banjir. Masalahnya panjang,” katanya.

Indra juga menyebut kondisi tersebut sering membuat akses jalan terputus sementara. Pengendara biasanya harus menunggu hingga air surut sebelum bisa kembali melintas dengan aman.

“Kalau sudah kayak gini sering putus akses. Paling menunggu air surut saja,” tambahnya.

Di tengah kondisi banjir tersebut, sejumlah warga memanfaatkan situasi dengan menawarkan jasa angkut sepeda motor menggunakan gerobak. Salah satunya adalah Yanto, yang sejak malam hari membantu pengendara melewati genangan air.

Yanto mengaku banjir sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Menurutnya, ketinggian air di lokasi sempat mencapai sekitar 50 sentimeter dan hingga Minggu pagi belum menunjukkan tanda-tanda surut.

“Ini sudah ada sekitar 20 sampai 50 cm. Belum ada pengurangan, masih standar,” kata Yanto.

Dengan menggunakan gerobak, ia membantu mendorong atau mengangkut sepeda motor milik pengendara agar tidak mogok akibat menerobos banjir. Untuk sekali angkut, ia mematok tarif sekitar Rp 100.000 tergantung jarak.

“Orang lumayan jauh angkutnya,” ujarnya.

Meski demikian, Yanto mengaku tetap bersyukur karena jasa tersebut memberinya penghasilan tambahan di tengah kondisi banjir.

Alhamdulillah, buat sarapan mah ada. Lumayan ada pemasukan,” katanya.

Banjir di Jalan Daan Mogot sendiri kerap menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu akses utama penghubung Jakarta Barat dengan wilayah Tangerang. Ketika genangan air tinggi terjadi, kemacetan panjang hampir tidak dapat dihindari.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan drainase dan pengendalian banjir di wilayah Jakarta Barat, terutama di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai dan saluran pengendali banjir seperti Cengkareng Drain dan Kali Sekretaris.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di beberapa titik di sepanjang Jalan Daan Mogot kilometer 11, sementara pengendara diimbau untuk berhati-hati dan mencari jalur alternatif guna menghindari kendaraan mogok akibat menerobos banjir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jalan Daan Mogot Tergenang, Pengendara Diminta Waspada

Jalan Daan Mogot Tergenang, Pengendara Diminta Waspada

JAKARTA
Jalan Daan Mogot Arah Cengkareng Tergenang Akibat Hujan

Jalan Daan Mogot Arah Cengkareng Tergenang Akibat Hujan

JAKARTA
Jalan Daan Mogot Banjir Picu Kemacetan Panjang, Sejumlah Motor Mogok

Jalan Daan Mogot Banjir Picu Kemacetan Panjang, Sejumlah Motor Mogok

JAKARTA
Hujan Deras Rendam Jalan Daan Mogot, Lalu Lintas Padat

Hujan Deras Rendam Jalan Daan Mogot, Lalu Lintas Padat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon