Respons PSI Usai Viani Lamardi Masih Ikut Rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta
Rabu, 6 Oktober 2021 | 10:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Setelah dipecat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mantan anggota PSI Viani Limardi masih menghadiri rapat Komisi D pada hari Selasa di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih (5/10/2021).
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar menegaskan, proses pemberhentian Viani sebagai legislator sedang berjalan.
"Kami memastikan proses sedang berjalan dan sesuai peraturan perundangan. Saya harap kita semua dapat bersabar menunggu administrasi selesai. Setiap kursi legislator Fraksi PSI harus diisi oleh orang-orang yang amanah dan berintegritas," ujar Michael dalam keterangannya, Rabu (6/10/2021).
Michael mengatakan, keputusan yang dikeluarkan oleh DPP PSI sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dia meyakini 500 ribu warga Jakarta memilih PSI di tahun 2019 karena menaruh harapan besar bahwa PSI akan berani bersikap tegas terhadap kadernya sendiri.
Dia juga memastikan keputusan untuk menindak kader yang sudah melenceng dari nilai perjuangan tersebut diambil dengan penuh kehati-hatian dan seksama, dengan mempertimbangkan segala aspek keorganisasian dan mekanisme internal partai dari tingkat DPW hingga DPP.
"Peran pengawasan partai sangat penting. Kalau partai tidak berani tegas terhadap anggota dewannya, lantas siapa yang bisa menertibkan kerja para anggota dewan ? Keputusan DPP ini adalah bukti komitmen partai untuk menegakkan aturan secara tegas pada setiap kader," jelas Michael.
Menurutnya setiap kader yang menduduki jabatan publik harus mampu mewakili nilai-nilai perjuangan PSI dan menjaga integritasnya. Bagi PSI, komitmen terhadap nilai integritas serta komitmen untuk hadir kerja untuk rakyat tersebut sangat penting.
"Di PSI, tidak ada orang yang tidak bisa digantikan. Kader yang sudah melenceng bisa diganti, tapi nilai-nilai PSI tidak dapat dan tidak boleh digantikan. Ini pengingat untuk kita semua bahwa politik nilai itu paling penting. Kader PSI yang duduk di jabatan publik harus menjadi wajah dari politik gagasan PSI," pungkas Michael.
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta, Viani Limardi, menghadiri rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta pada Selasa (5/10/2021). Kehadiran Viani tersebut terasa berbeda karena Viani telah dipecat secara resmi dari PSI, meskipun masih menjadi anggota DPRD sampai terbit surat pergantian antara waktu (PAW) Viani dari Kementerian Dalam Negeri.
Viani pun menyatakan dirinya mewakili fraksi rakyat DKI Jakarta. "Saya Viani Limardi dari fraksi rakyat DKI Jakarta," kata Viani disambut tawa oleh rekan lainnya di ruang rapat Komisi D lt 1, DPRD DKI Jakarta, Selasa (5/10/2021).
Rapat Komisi D DPRD DKI ini membahas kesiapan Pemprov DKI dalam rangka mengantisipasi banjir di Jakarta dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Bina Marga.
Viani pun menyampaikan keluhannya dan juga warga Ibu Kota lainnya terkait penanganan banjir Jakarta yang dinilai belum maksimal. Bahkan, Viani mengaku menjadi korban banjir selama dua tahun ini.
"Di perumahan saya sendiri, di Jakarta Selatan, tempat saya tinggal, yang di mana sudah dua tahun belakangan ini setiap banjir DKI Jakarta rumah saya (terkena banjir setinggi) dua meter. Saya belum punya uang satu triliun pak. Jadi belum bisa pindah dari situ," tutur perempuan kelahiran Surabaya tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




