ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2022, Bursa Eropa Terburuk Sejak 2018 karena Kenaikan Bunga

Sabtu, 31 Desember 2022 | 05:37 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi
Ilustrasi (AFP)

London, Beritasatu.com— Bursa Eropa mengakhiri 2022 sebagai tahun terburuk sejak 2018 dampak perang Rusia di Ukraina, inflasi tinggi, dan pengetatan kebijakan moneter.

Indeks Stoxx 600 di bursa Eropa menutup hari perdagangan terakhir tahun 2022 turun 1,3% - tetapi lebih rendah sebesar 12,76% sejak pergantian tahun lalu. Sementara kinerja tahunan bursa Eropa pada 2018 turun 13,24%. Indeks blue-chip Eropa menikmati keuntungan sepanjang 2021 melonjak 22,25%.

Pada Jumat, CAC 40 Prancis ditutup turun 1,5% dan DAX Jerman melemah 1,1%. Adapun dua bursa ini mencatat kerugian tahunan masing-masing sebesar 9,5% dan 12,5%.

Sementara FTSE 100 Inggris yang dibuka selama setengah hari pada Jumat, ditutup melemah sebesar 0,8% dan membukukan kenaikan tahunan sebesar 1,2%. FTSE 250 yang lebih fokus pada sektor domestik kehilangan 19,5% sepanjang 2022, kerugian tahunan terbesar sejak 2008.

ADVERTISEMENT

Memulai tahun 2022, perekonomian di seluruh dunia berupaya keluar dari pandemi Covid-19, akibat penguncian terus-menerus di Tiongkok dan hambatan pasokan lainnya. Hal ini dinilai Federal Reserve AS (The Fed) pada tahun 2021 sebagai tekanan inflasi "sementara".

Invasi Rusia ke Ukraina pada bulan Februari, dan hambatan ekspor karena sanksi besar-besaran oleh kekuatan Barat, membuat harga makanan dan energi meroket sehingga memperparah inflasi ke level tertinggi multi-dekade di banyak negara besar.

Krisis biaya hidup akibat melonjaknya harga energi untuk bisnis dan konsumen membebani aktivitas. Sementara The Fed dan bank sentral utama lainnya dipaksa untuk memperketat kebijakan moneter dengan kenaikan suku bunga agresif untuk mengendalikan inflasi.

Namun upaya untuk menekan permintaan ini membebani ekonomi yang sudah goyah. Inggris diproyeksikan sudah berada dalam rekor resesi terpanjangnya, sementara penurunan di zona euro juga dipandang sangat mungkin terjadi.

Dengan perang di Ukraina yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dan Tiongkok dalam proses membuka kembali ekonominya setelah 3 tahun pembatasan Covid-19, investor melihat 2023 masih suram.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harapan Damai AS-China Dongkrak Bursa Saham Eropa

Harapan Damai AS-China Dongkrak Bursa Saham Eropa

EKONOMI
Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon