ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI: Transaksi Uang Elektronik Capai Rp 34,1 T di Maret 2023

Selasa, 18 April 2023 | 18:11 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Pengguna OVO SmartCube Vending Machine membeli minuman ringan melalui aplikasi OVO dengan me-scan QR Code yang ada dilayar OVO SmartCube Vending Machine, Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019. OVO SmartCube Vending Machine yang pertama di Indonesia dengan memiliki kemampuan real-time data analysis dari pengalaman digital interaktif, sehingga mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna. OVO berencana menambah 500 OVO SmartCube Vending Machine di beberapa kota di Indonesia hingga akhir 2020.
Pengguna OVO SmartCube Vending Machine membeli minuman ringan melalui aplikasi OVO dengan me-scan QR Code yang ada dilayar OVO SmartCube Vending Machine, Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019. OVO SmartCube Vending Machine yang pertama di Indonesia dengan memiliki kemampuan real-time data analysis dari pengalaman digital interaktif, sehingga mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna. OVO berencana menambah 500 OVO SmartCube Vending Machine di beberapa kota di Indonesia hingga akhir 2020. (BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah)

Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2023 dengan memperkuat layanan kas kepada masyarakat melalui perbankan dan Bank Indonesia, serta menyediakan lokasi layanan penukaran uang pada titik-titik keramaian dan jalur mudik.

Perry mengungkapkan, nilai tukar rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi portofolio.

Secara year-to-date, nilai tukar rupiah pada 17 April 2023 menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.

ADVERTISEMENT

"BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut diperkuat dengan pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi Term Deposit valas Devisa Hasil Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar," pungkas dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rekening Digital, Uang Elektronik, dan Kripto Dipantau Ditjen Pajak mulai 2026

Rekening Digital, Uang Elektronik, dan Kripto Dipantau Ditjen Pajak mulai 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon