Terbantu Diversifikasi Bisnis, Analis Masih Rekomendasikan Saham Migas
Minggu, 28 Mei 2023 | 19:26 WIB
Dia menambahkan, khususnya pada Tiongkok, konsumsi minyak saat ini meningkat setelah pencabutan kebijakan zero covid-19. Mobilitas negeri tirai bambu ini pun sudah mulai kembali padat sehingga mendorong permintaan minyak karena kebutuhan bahan bakar transportasi.
Dari dalam negeri, harga Indonesia Crude Price (ICP) sejak April 2023 juga telah meningkat dan ditetapkan seharga US$ 79,34 per barel, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya US$ 74,59 per barel.
Secara jangka pendek, fluktuasi harga minyak dunia sangat ditentukan faktor pasokan dan permintaan dari beberapa negara di dunia. Bila harga minyak menguat signifikan atau setidaknya masih bertahan di atas proyeksi rata-rata tahun ini sekira US$ 84 per barel (khusus Brent) maka dapat menjadi katalis positif.
Sebab, hal tersebut dapat memengaruhi average selling price bagi para emiten migas, terutama emiten yang memiliki pangsa ekspor besar. Sehingga ada potensi kenaikan kinerja pendapatan maupun laba bersih.
Kinerja emiten migas pada kuartal I-2023 cenderung mengalami penurunan, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) misalnya, mengalami penurunan laba bersih mencapai 8,9% (yoy). Ini merupakan dampak penurunan rata-rata harga minyak yang sempat berada pada level US$ 75, turun sekitar 23%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




