Terbantu Diversifikasi Bisnis, Analis Masih Rekomendasikan Saham Migas
Minggu, 28 Mei 2023 | 19:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ajaib Sekuritas memproyeksikan kinerja emiten migas masih dapat berpotensi tumbuh positif hingga akhir 2023, meski fluktuasi harga minyak mentah masih akan tinggi. Optimisme ini seiring peningkatan konsumsi masyarakat di negara importir terbesar minyak dunia sehingga masih akan meningkatkan permintaan minyak secara global. Peningkatan kinerja emiten migas pun dipicu segmen bisnis lainnya.
Financial Expert Ajaib Sekuritas Chisty Maryani memaparkan, harga minyak dunia saat ini memang terpantau fluktuatif. Sejak awal April 2023, OPEC+ mengumumkan adanya tambahan pemangkasan produksi sebesar 1,16 juta barrel oil per day (bopd) sehingga secara total OPEC+ memangkas produksi sekitar 3,66 juta bopd, setara 3,7% dari permintaan minyak mentah global.
Hal tersebut sebagai upaya OPEC+ untuk menstabilkan harga minyak di tengah potensi perlambatan ekonomi global dan ancaman resesi di Amerika Serikat yang berpotensi menurunkan permintaan.
Adapun, World Bank pada Commodity Markets Outlook edisi April 2023 membahas proyeksi rata-rata harga minyak mentah Brent tahun ini di level US$ 84 per barel. Proyeksi ini lebih rendah dibanding rata-rata harga tahun lalu yang mencapai US$ 99,8 per barel namun masih lebih tinggi dari pra-pandemi.
"Kami melihat harga minyak berpotensi masih akan meningkat. Pasalnya, permintaan dari Tiongkok dan India sebagai negara net importer terbesar di dunia saat ini masih cukup besar," terang Chisty secara tertulis, Minggu (28/5/2023).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




