Viral! King Kobra Sepanjang 4 Meter Teror Kantor BRIN Serpong
Jumat, 15 Mei 2026 | 01:12 WIB
Ciputat, Beritasatu.com - Sebuah video proses evakuasi ular king kobra sepanjang sekitar 4 meter di kawasan kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Puspitek Serpong Tangerang Selatan viral di media sosial. Ular berbisa berukuran besar itu sempat masuk ke area lobi gedung sebelum akhirnya bersembunyi di dalam toilet.
Peristiwa tersebut membuat geger para pegawai dan petugas keamanan. Beruntung, seekor pegiat reptil berhasil mengevakuasi ular mematikan tersebut dengan cepat dan aman. Teguh, pegiat reptil yang melakukan evakuasi, menjelaskan kronologi penemuan dan proses penanganan ular tersebut.
"Awalnya saya lagi di rumah teman, lalu dapat telepon dari anggota security. Katanya ada laporan ular kobra di kantor daerah BRIN Puspitek Tangsel. Pas saya sampai, ular itu sudah masuk ke lobi dan toilet," ujarnya di lokasi Kamis (14/5/2026).
Teguh mengatakan dirinya langsung menggunakan alat penjepit khusus untuk mengevakuasi ular tersebut, mengingat karakter king kobra yang dikenal agresif.
"Ular king kobra itu tipikal penyerang. Mungkin merasa terprovokasi, bisa tiba-tiba menyerang. Jadi saya harus jaga jarak dan buru-buru menjepitnya. Alhamdulillah dalam sekitar 5 menit ular bisa diamankan," jelasnya.
Ia menyebut proses evakuasi cukup menantang karena tingkat bisa king kobra yang sangat mematikan.
"Kesulitannya lumayan, karena ini ular berbisa tinggi. Jangan sampai terjadi insiden tergigit, itu sangat fatal. Jadi saya pakai alat yang lengkap agar aman," katanya.
Teguh menambahkan, ini bukan kali pertama dirinya mengevakuasi king kobra di kawasan tersebut. Pada tahun 2023, ia pernah menangkap ular sejenis berukuran lebih kecil, sekitar 2,5 meter. Sementara temuan kali ini mencapai 4 meter. Ia menduga kawasan Puspitek merupakan habitat alami king kobra.
"Yang saya tahu, mereka tidak bersarang, tapi habitatnya memang banyak di situ. Security juga sering menemukan king kobra kecil melintas di jalan. Kemungkinan populasinya cukup banyak," ungkapnya.
Sebagai edukasi kepada masyarakat, Teguh mengimbau agar warga tidak menangkap ular apabila tidak mengetahui jenisnya.
"Lebih baik hindari kontak fisik. Kalau masih di luar rumah, abaikan saja. Tapi kalau masuk rumah, segera hubungi pemadam kebakaran atau pegiat reptil yang paham penanganannya," pesannya.
Hingga kini, pihak keamanan setempat terus meningkatkan pengawasan untuk mencegah insiden serupa terjadi kembali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




