ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Klaim Kerugian Belum Dihitung

Rabu, 11 Agustus 2010 | 16:35 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Pantai Kuta, Bali.
Pantai Kuta, Bali. (Antara)
-Klaim akan diajukan akhir bulan ini
-Klaim akan diajukan bersama Australia
 
Menteri Perhubungan yang juga Ketua Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak Montara, Fredi Numberi memastikan Indonesia akan mengajukan klaim kerugian ke Montara Well head Platform di Blok West Atlas akhir bulan ini, tapi jumlah klaim belum dihitung.
 
"Yang baru dihitung kemarin dampak langsung [tumpahan minyak] di masyarakat tapi kerugian di areal dan kawasan yang rusak dan sebagainya masih kita hitung. Menurut saya lebih dari Rp 1 triliun," kata Fredi, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, sore ini.
 
Kilang minyak The Montara Well Head Platform di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur  meledak 21 Agustus 2009 dan mengakibatkan tumpahan minyak di perairan Indonesia.
 
Tumpahan minyak tersebut telah mencemari sekitar 90 ribu kilometer persegi perairan Laut Timor dan 75 persen pencemaran berada di Indonesia.
 
Bulan lalu pemerintah berniat mengajukan klaim atas tumpahan minyak tersebut, namun pemerintah belum menghitung nilai tuntutan yang akan diajukan karena masih mengumpulkan data dan bahan.
 
Intinya kita akan menuntut kerugian yang sebesar-besarnya. Kita menghitung ganti rugi yang kita inginkan secara scientific," kata Fredi.
 
Dia mengatakan, Indonesia bersama-sama dengan Australia, akan mengajukan klaim kepada Montara.
 
"Kalau dilihat dari data yang akan kita bawa, kita yakin karena ini sudah scientifically proven. Selain itu pihak perusahaan [Montara] juga telah mengatakan, berapapun klaim yang diajukan mereka akan bayar. Mereka tidak akan negosiasi karena pihak asuransi yang akan bayar bukan perusahaan," tambah Fredi.
 
DPR menilai pemerintah terlambat menangani pencemaran minyak dari kilang minyak Montara.
 
 
 


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon