Merpati Masih Harus Menunggu
Senin, 6 September 2010 | 16:45 WIB
Mei silam, pemerintah menjanjikan pinjaman baru kepada Merpati, tapi kini ditunda lagi.
Keinginan manajemen PT Merpati Nusantara Airlines untuk menambah modal perusahaan, tampaknya harus tertunda. Hari ini, Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar memastikan pemerintah belum menyetujui ada pinjaman baru untuk Merpati, karena maskapai itu harus menyempurnakan rencana bisnis.
"Memang ada usulan untuk memberikan [pinjaman] itu, tapi kami belum bisa mengatakan yes or no," kata Mustafa, di Gedung DPR.
Rencana bisnis Meparti perlu disempunakan karena menurut Mustafa untuk memastikan pinjaman baru yang kelak akan dikucurkan sesuai dengan dukungan arus kas (cash flow) atau proyeksi penerimaan Merpati.
"Kalau [pinjaman baru] itu memang mereka minta, why not? Saya dan menteri keuangan akan beri kesempatan mereka [Merpati] untuk mempresentasikan bussiness plan mereka," kata Mustafa.
Kondisi Merpati saat ini memasuki fase terburuk. Selain menutup sebagian besar jalur penerbangannya, maskapai itu juga dirundung kesulitan keuangan menyusul utang perusahaan yang terus menumpuk.
Hingga April silam utang Merpati kepada PT Pertamina, PT Garuda Indonesia, PT PAB Multifinance dan pemerintah dalam bentuk pajak mencapai Rp 1,5 triliun. Namun menurut Direktur Utama Merpati, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, utang Merpati yang sebenarnya, jauh lebih besar dari jumlah tersebut.
Usai melantik Jhony sebagai direktur utama Merpati 27 Mei lalu, Mustafa mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan pinjaman Rp 610 miliar untuk membantu Merpati keluar dari krisis keuangan. Pinjaman yang berasal dari Perusahaan Pengelola Aset dan sesuai rencana, mestinya dicairkan 1 Juli silam.
Mustafa berharap, Merpati bisa segera memaparkan rencana bisnis mereka akhir September ini karena waktu yang diberikan untuk melakukan kajian ulang tentang rencana pemberian pinjaman hanya sekitar tiga bulan sejak direksi Merpati dilantik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




