ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Laba Medco Kuartal III Capai Rp 3,8 Triliun, Ini Penyebabnya

Jumat, 3 November 2023 | 14:07 WIB
EH
WP
Penulis: Euis Rita Hartati | Editor: WBP
Ilustrasi minyak.
Ilustrasi minyak. (CNBC)

Jakarta, Beritasatu.com – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat laba bersih periode berjalan hingga kuartal III 2023 sebesar US$ 242 juta (Rp 3,8 triliun), mengalami penurunan sebesar 39,5% dibandingkan dengan kuartal III 2022 yang mencapai US$ 400,1 juta (Rp 6,3 triliun).

Penurunan ini disebabkan oleh anjoknya harga minyak dan gas, yang juga memengaruhi EBITDA perusahaan yang mencapai US$ 941 juta hingga kuartal III 2023.

CEO PT Medco Energi Internasional Tbk, Roberto Lorato, menjelaskan bahwa penurunan laba tersebut juga dipengaruhi oleh berkurangnya kontribusi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang dimiliki oleh Medco.

ADVERTISEMENT

"AMMN menghadapi biaya kepatuhan yang lebih tinggi karena adanya penundaan izin ekspor, kenaikan bea ekspor, dan mulai diberlakukannya penerimaan negara bukan pajak (PNBP)," kata Roberto Lorato, dalam laporan keuangan yang dipublikasikan dan dikutip Investor Daily, Jumat (3/11/2023). 

Meskipun harga minyak rata-rata turun menjadi US$ 77 per barel selama sembilan bulan pertama 2023 dari US$ 101,1 per barel pada periode yang sama tahun sebelumnya, harga minyak pada kuartal III 2023 mengalami pemulihan menjadi US$ 80 per barel. "Produksi minyak dan gas tetap stabil sebesar 161.000 barel minyak setara minyak per hari," kata dia.

Dia mengatakan hingga kuartal III 2023, cadangan baru migas di Natuna dan Corridor memperpanjang umur cadangan terbukti MedcoEnergi menjadi 9,7 tahun.  Hal ini menunjukkan kemampuan dan hasil investasi berkelanjutan perusahaan.

Medco Energi juga berencana membayarkan dividen interim untuk tahun buku 2023 sebesar Rp 15 per saham.

Hingga kuartal III 2023, belanja modal mencapai US$ 210 juta, terutama untuk pengembangan proyek di Natuna, Corridor, dan Ijen.

Sementara utang bersih perusahaan sebesar US$ 2,2 miliar, dengan rasio terhadap EBITDA sebesar 1,6 kali.

Kas dan setara kas perusahaan pada periode tersebut mencapai US$ 666 juta.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon