ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Produksi Batubara Nasional Dipredikasi Capai 400 Juta Ton

Senin, 15 April 2013 | 17:38 WIB
RP
FH
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FER
Ilustrasi pengiriman batubara.
Ilustrasi pengiriman batubara. (AFP)

Jakarta - Produksi batubara tahun ini diprediksi akan mencapai 400 juta ton atau meningkat 4,4 persen dibandingkan realisasi produksi pada 2012 sebesar 383 juta ton.

Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Bob Kamandanu mengatakan, peningkatan komiditas tersebut lantaran bertambahnya permintaan dari berbagai negara di kawasan Asia pada Juni nanti.

"Permintaan batubara Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Taiwan akan melonjak karena pertumbuhan ekonomi di sana mengalami pertumbuhan yang pesat," kata Bob di Jakarta, Senin (15/4).

Bob menjelaskan prediksi ini berbeda dengan catatan pemerintah yang menyebut produksi batubara 2013 akan mencapai 390 juta ton. Perbedaan ini disebabkan oleh belum tercatatnya jumlah produksi beberapa perusahaan pertambangan batubara di wilayah Kalimantan Selatan.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Bob menyayangkan rendahnya penjualan batubara di dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO). Penyebabnya antara lain terlambatnya beberapa proyek pembangkit listrik tenaga uap baik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Independent Power Producers (IPP) maupun Public Private Partnership (PPP).

"PLN sering kali melakukan koreksi kebutuhan, akibatnya koreksi volume final DMO selalu lebih kecil dibandingkan volume ketetapan pemerintah sebelumnya," katanya.

Pemerintah, kata Bob, semestinya mengevaluasi kembali perhitungan DMO. Pengelolaan DMO di Sumatera dan Kalimantan harus dibedakan mengingat pertumbuhan industri di kedua pulau ini mempunyai spesifikasi tujuan jangka panjang yang jauh berbeda.

Pertumbuhan industri batubara di Sumatera dibangun untuk kepentingan integrasi di sektor kelistrikan melalui interkoneksi Sumatera-Jawa-Bali dan bahkan Asia Tenggara. Berbeda dengan Kalimantan yang lebih menarik bagi pasar batubara di Asia Timur, sehingga harus dibangun untuk kepentingan ekspor.

"Jadi kebijakan batubara harus melihat dinamika yang dihadapi secara riil oleh pelaku usaha pertambangan batubara," jelasnya

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon