Laba 18 emiten BUMN tembus Rp 35 T
Kamis, 11 Agustus 2011 | 08:50 WIBLaba bersih itu setara dengan 57 persen dari target Kementerian BUMN sepanjang tahun ini
Laba bersih 18 emiten Badan usaha Milik Negara [BUMN] selama semester I/2011 mencapai Rp 34,57 triliun, atau naik 36,4 persen dibanding periode yang sama 2010 sebesar Rp 25,34 triliun.
Naiknya pendapatan menjadi pemicu kenaiakan laba emiten perusahaan pelat merah itu.
Pada paruh pertama tahun ini, pendapatan 18 emiten BUMN meningkat 16,16 persen menjadi Rp 162,15 triliun, dari sebelumnya Rp 139,59 triliun.
Realisasi laba bersih itu setara dengan 57 persen dari target Kementerian BUMN sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 60,77 triliun, atau naik 9 persen dibandingkan realisasi laba bersih 2010 sebesar Rp 55,49 triliun. Sementara itu, pencapaian pendapatan ke-18 emiten itu mencapai 45,4 persen dari target Rp 357,25 triliun.
Dari total 428 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah emiten BUMN masih kecil, yakni hanya 4 persen.
Meski begitu, nilai kapitalisasi pasar emiten BUMN mencapai Rp 862,07 triliun atau 25,93 persen dari total kapitalisasi pasar BEI yang hingga semester I/2011 mencapai Rp 3.337,59 triliun.
"Kapitalisasi pasar BUMN Tbk (terbuka) terus meningkat, meskipun tahun ini belum ada lagi BUMN yang bisa di-IPO-kan setelah PT Garuda Indonesia Tbk," kata Menteri Negera BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta, Rabu seperti dikutip Investor Daily.
Peningkatan kapitalisasi pasar ke-18 emiten BUMN sejalan dengan kenaikan aset dari Rp 674,8 triliun menjadi Rp 733,9 triliun. Total ekuitas emiten BUMN juga meningkat jauh lebih besar dibanding peningkatan ekuitas keseluruhan BUMN. Total ekuitas emiten BUMN naik 20,59 persen menjadi Rp 311,27 triliun dari sebelumnya Rp 257,34 triliun. Total ekuitas BUMN secara keseluruhan hanya naik 14,36 persen menjadi Rp 670,72 triliun, dari sebelumnya Rp 586,49 triliun.
Sementara itu, kewajiban emiten BUMN naik sebesar 20 persen menjadi Rp 1.395,07 triliun dari sebelumnya Rp 1.162,55 triliun. Tahun ini total belanja modal (capital expenditure/capex) emiten BUMN diperkirakan menembus Rp 30 triliun, naik 20 persen dari 2010 sebesar Rp 25 triliun.
Pada 2012 pemerintah tidak akan terlalu membebani emiten membagi dividen. Dengan demikian, BUMN berstatus 'Tbk' ini mempunyai pembiayaan cukup besar untuk ekspansi. Sebagai gambaran, tahun ini, pemerintah memperoleh dividen tahun buku 2010 sebesar Rp 30,09 triliun dari keseluruhan BUMN. Pada 2012, untuk hasil kinerja tahun buku 2011, pemerintah hanya mematok target Rp 27,5 triliun.
"Target untuk penerimanaan dividen tahun buku 2011, dari tahun buku 2010 sebenarnya Rp 27, 5 triliun. Namun, penerimaan kami melebihi target, yaitu Rp 30 triliun. Pada 2012, kami targetkan konservatif saja, terutama untuk emiten BUMN kita supaya kapitalisasi dan asetnya terus meningkat," jelas Mustafa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




