BI Prediksi Defisit Transaksi Berjalan Lebih Rendah di Triwulan III-2013
Jumat, 16 Agustus 2013 | 20:17 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memprediksi kondisi defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2013 akan jauh lebih rendah dibandingkan triwulan II-2013. Hal itu karena sesuai dengan pola musimannya.
"Pada triwulan III-2013, perbaikan kondisi ekonomi dan keuangan global serta perlambatan permintaan domestik diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan keseimbangan eksternal Indonesia," kata Gubernur BI Agus Martowardojo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (16/8).
Agus mengatakan, defisit transaksi berjalan akan rendah juga karena ekonomi dunia dan harga komoditas yang diperkirakan membaik akan berdampak positif terhadap kinerja ekspor non minyak dan gas (nonmigas).
Pertumbuhan ekonomi domestik yang melambat dan nilai tukar rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir telah terdepresiasi ke arah nilai fundamentalnya. Hal itu akan menahan akselerasi impor dan mengurangi defisit neraca jasa. Di sisi transaksi modal dan finansial, surplus pada triwulan III-2013 diperkirakan masih akan besar.
Meskipun pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA) cenderung melambat, nilainya diperkirakan tetap lebih tinggi daripada triwulan II-2013 sesuai pola historisnya selama ini. Gejolak di pasar keuangan global yang mulai mereda akan mengurangi arus keluar investasi portofolio asing yang pada bulan Juni sempat terjadi dalam jumlah besar.
"Bahkan, sejak Juli hingga pertengahan Agustus ini telah mulai terjadi arus masuk modal asing dalam bentuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dan saham," kata Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




