WTO Siap Bantu Negara Berkembang Atasi Hambatan Perdagangan
Jumat, 4 Oktober 2013 | 14:57 WIB
Nusa Dua - Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organisation/WTO) berharap dapat membantu negara-negara berkembang mengatasi berbagai hambatan dalam penetapan tarif perdagangan dan subsidi.
Selama ini, negara-negara maju menerapkan subsidi hingga 100 persen untuk melindungi produk-produk pertaniannya.
Direktur Informasi dan Hubungan Eksternal WTO Keith Rockwell mengatakan bahwa sampai saat ini masih banyak produk asal negara berkembang yang sulit dipasarkan di negara-negara maju.
"Negosiasi yang dilakukan antara negara maju sangat alot dan belum ada perkembangan berarti. WTO sangat berharap akan ada kemajuan berarti pada KTT APEC 2013 di Bali. Kami mengharapkan keberhasilan negosiasi soal penurunan tarif perdagangan," ujar Keith, di Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10).
Keith mengatakan, selain masalah tarif perdagangan, WTO juga akan mengangkat isu-isu terkait rencana pembatasan subsidi produk pertanian. Sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE), yakni Swiss dan Norwegia, serta Amerika Serikat (AS), masih memberikan subsidi yang tinggi untuk produk pertanian.
"Rencana pengurangan subsidi pertanian di negara maju harus diturunkan hingga 50 persen. Sedangkan untuk di negara berkembang hanya sekitar 25 persen," katanya.
Menurut Keith, subsidi produk pertanian di setiap anggota WTO sangat beragam, sehingga diperlukan negosiasi yang intensif.
"Saya berharap semua anggota WTO memiliki komitmen sama untuk meningkatkan volume perdagangan bagi terwujudnya iklim perdagangan saling menguntungkan," kata Keith.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




