Indah Kiat Efisiensikan Penggunaan Energi
Rabu, 8 Januari 2014 | 09:22 WIB
Jakarta - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk - Tangerang Mill, anak usaha Asia Pulp & Paper (APP), menerima sertifikasi ISO 50001 terkait manajemen penggunaan energi.
Ini menjadikan perseroan menjadi pabrik pertama industri pulp & paper (kertas dan bubur kertas) di Indonesia dan Asia Tenggara yang mendapat ISO 50001.
"Dengan pencapaian ini PT Indah Kiat Pulp & Paper - Tangerang Mill akan berkomitmen mendukung program konservasi energi dan penurunan emisi gas rumah kaca yang telah dicanangkan pemerintah," ujar Direktur Corporate Affairs and Communications APP, Suhendra Wiriadinata, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/1).
Dia mengatakan, penerapan sistem manajemen energi ISO 50001 telah mengoptimalkan pemakaian energi, dan diharapkan dapat menurunkan biaya energi dalam proses produksi. "Ujungnya produk yang dihasilkan Indah Kiat Pulp & Paper - Tangerang mill berdaya saing tinggi di pasar global," katanya.
ISO 50001 untuk adalah standar internasional yang dikembangkan oleh ISO, Organisasi Internasional untuk Standardisasi dan berisi persyaratan sistem manajemen energi (ENMs). ISO 50001 diujicobakan berdasarkan model PLAN-DO-CHECK-ACT (PDCA) siklus manajemen sistem yang sudah dilaksanakan organisasi di seluruh dunia, setelah Standar Sistem Manajemen ISO lainnya, seperti ISO 9001 dan ISO 14001.
Tujuan ISO 50001 memungkinkan organisasi membangun sistem dan proses untuk meningkatkan kinerja energi, termasuk efisiensi, penggunaan dan konsumsinya. ISO 50001 ini dimaksudkan untuk mendorong pengurangan konsumsi energi, emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




