ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Di Belanda, Wapres Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Berada di Jalur yang Benar

Kamis, 27 Maret 2014 | 12:46 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Rektor Universitas Leiden Carel Stolker menyerahkan medali Prince Willem van Oranje kepada Wakil Presiden Boediono atas jasanya membangun ekonomi dan demokrasi di Indonesia di Universitas Leiden, Belanda, Rabu (26/3). Penghargaan tertinggi dari Universitas Leiden tersebut diberikan usai Boediono menyampaikan kuliah umum berjudul Mempertahankan Transformasi Ekonomi dan Politik di Indonesia di Universitas itu.
Rektor Universitas Leiden Carel Stolker menyerahkan medali Prince Willem van Oranje kepada Wakil Presiden Boediono atas jasanya membangun ekonomi dan demokrasi di Indonesia di Universitas Leiden, Belanda, Rabu (26/3). Penghargaan tertinggi dari Universitas Leiden tersebut diberikan usai Boediono menyampaikan kuliah umum berjudul Mempertahankan Transformasi Ekonomi dan Politik di Indonesia di Universitas itu. (Antara/Jeri Wongiyanto)

Jakarta - Dalam pertemuannya dengan komunitas diaspora Indonesia di Belanda, Wakil Presiden (Wapres) Boediono menyebutkan perjalanan ekonomi Indonesia saat ini telah berada pada jalur yang benar atau on the track. Pendekatan ekonomi inklusif yang dilakukan di tengah iklim demokrasi politik juga terbukti menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi seperti yang terjadi pada 1998.

Pertemuan tersebut dilakukan di aula Hotel Hilton Den Haag Belanda kemarin atau Kamis (27/3) dini hari pukul 00.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Boediono menambahkan, ada dua hal yang menjadi persoalan ekonomi Indonesia, yakni kemiskinan dan ketimpangan ekonomi yang bisa diatasi dengan program penanganan antara lain pengenaan pajak yang tinggi kepada pihak yang mampu.

"Dinamika ini juga terjadi pada negara maju. Salah satu program yang dapat dilakukan adalah menaikkan pajak bagi yang mampu," kata Boediono di Den Haag sebagaimana dirilis situs resmi Sekretariat Kabinet, Kamis (27/3).

Ditambahkannya Undang-Undang Dasar (UUD) sendiri mensyaratkan pembangunan ekonomi yang tak hanya berdasar kekeluargaan namun juga keadilan. Selain itu Boediono juga menyinggung program bantuan sosial (bansos) yang menurutnya masih diperlukan sebagian kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Namun, Wapres mengakui proses implementasi harus disertai dengan pengawasan penegak hukum guna memperkecil penyimpangan. "Intinya, kita lakukan pendekatan secara inklusif, sementara proses transisi demokrasi terus berlangsung."

Dalam kunjungan ke Belanda kali ini, Wapres juga sempat memberikan ceramah umum di Universitas Leiden dengan tema "Sustaining Indonesia's Economic and Political Transition". Setelah ceramah, Boediono mendapat Medali Kehormatan Prince Willem Van Oranje yang diserahkan langsung Rektor Universitas Leiden, Carel Stolker.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wapres Tinjau Pembangunan MRT Fase 2A Harmoni-Sawah Besar

Wapres Tinjau Pembangunan MRT Fase 2A Harmoni-Sawah Besar

MULTIMEDIA
Wapres Targetkan Bendungan Jragung di Semarang Rampung pada 2026

Wapres Targetkan Bendungan Jragung di Semarang Rampung pada 2026

NASIONAL
Wapres Gibran: Banyak Kejutan pada 17 Agustus

Wapres Gibran: Banyak Kejutan pada 17 Agustus

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon