IHSG Melemah di Sesi Pagi
Kamis, 24 November 2011 | 09:42 WIB
Kondisi global belum kondusif.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini masih dalam tren melemah seiring aksi jual bursa Asia.
Hingga pukul 09.34 JATS, IHSG terkoreksi 11,59 poin (0,31 persen) menjadi 3.675,34 dari 3.687,01, indeks LQ-45 turun 2,43 poin (0,37 persen) ke level 648,61 dari 651,04.
Menurunnya IHSG tak lepas dari sentimen global setelah permintaan obligasi pemerintah Jerman mengalami pelemahan. Hal ini mengindikasikan krisis utang Eropa akan melanda Jerman. Di sisi lain, data manufaktur Cina terkoreksi sehingga turut menjadi sentimen negatif pergerakan IHSG hari ini.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Kamis malam pukul 21.30 waktu New York (pagi ini) tergerus US$ 0,17 (0,18 persen) ke level US$ 96,00 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil naik 0,11 (0,12 persen) ke level US$ 107,02.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Kamis (23/11), rupiah berada di posisi Rp 9.035 per dolar, atau tetap dibanding penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 9.035 dengan kisaran perdagangan Rp 9.080 - Rp 8.990.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 9.134. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 9.185-Rp 9.215.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini masih dalam tren melemah seiring aksi jual bursa Asia.
Hingga pukul 09.34 JATS, IHSG terkoreksi 11,59 poin (0,31 persen) menjadi 3.675,34 dari 3.687,01, indeks LQ-45 turun 2,43 poin (0,37 persen) ke level 648,61 dari 651,04.
Menurunnya IHSG tak lepas dari sentimen global setelah permintaan obligasi pemerintah Jerman mengalami pelemahan. Hal ini mengindikasikan krisis utang Eropa akan melanda Jerman. Di sisi lain, data manufaktur Cina terkoreksi sehingga turut menjadi sentimen negatif pergerakan IHSG hari ini.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Kamis malam pukul 21.30 waktu New York (pagi ini) tergerus US$ 0,17 (0,18 persen) ke level US$ 96,00 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil naik 0,11 (0,12 persen) ke level US$ 107,02.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Kamis (23/11), rupiah berada di posisi Rp 9.035 per dolar, atau tetap dibanding penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 9.035 dengan kisaran perdagangan Rp 9.080 - Rp 8.990.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 9.134. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 9.185-Rp 9.215.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




