Bank Mandiri Bantu Operasional PLN Rp 6 Triliun
Jumat, 17 Oktober 2014 | 01:31 WIBSurabaya - PT Bank Mandiri Tbk segera membantu biaya operasional kepada PT PLN (Persero) senilai Rp 6 triliun melalui kredit korporasi guna meringankan beban perseroan tersebut saat dana subsidi pemerintah belum terealisasi.
"Biasanya besaran dana tersebut dialokasikan pada kuartal empat," kata Direktur Institusional Banking PT Bank Mandiri Tbk, Abdul Rachman, ditemui di sela-sela kuliah umum di Universitas Kristen Petra Surabaya, Kamis (16/10).
Ia mengungkapkan, limit dana tersebut memang sebesar itu. Namun, realisasinya akan disesuaikan dengan besaran dana yang mereka butuhkan. Secara umum, sampai sekarang minat pasar perbankan terhadap kredit korporasi besar.
"Dari outstanding kuartal tiga tahun 2014 sebesar Rp 39 triliun saja, target perseroan sudah terlampaui 30 persen," ujarnya.
Dengan begitu, jelas dia, pada kuartal empat tahun ini maka perseroan tersebut tidak memasang target dengan nominal tinggi. Walau begitu, proyek pemerintah selama ini banyak yang memerlukan dana dukungan.
"Di sisi lain, permintaan itu tidak langsung kami tanggapi dengan menyalurkan kredit sebanyak-banyaknya. Apalagi dana di pasar masih cukup jarang sehingga perseroan menjaga rasio simpanan dengan kredit di level 85 persen," katanya.
Oleh sebab itu, yakin dia, permintaan terhadap kredit korporasi akan meningkat pada tahun depan. Penyebabnya, pemerintah juga merealisasi berbagai proyek ekonomi utama.
"Walau suku bunga secara nasional masih tinggi, sampai saat ini perbankan tetap menjadi tumpuan pembiayaan pemerintah. Apalagi, akses perbankan relatif mudah meskipun kredit tersebut ditutup dengan dana dari luar negeri yang bebannya lebih murah," katanya.
Untuk itu, ujar dia, tidak menjadi masalah ketika banyak yang mengincar pendanaan asing. Apalagi, pada umumnya mereka akan lebih dulu berupaya mengakses perbankan.
"Kini kredit korporasi kami ditawarkan dengan posisi bunga sekitar 11 persen," katanya.
Tapi, lanjut dia, untuk penyaluran kredit korporasi pada tahun 2015 dengan penataan ulang komposisi dana perseroan maka bunga yang ditawarkan bisa turun 0,5 persen. Untuk itu, ketika deposito mulai turun dengan dana campuran maka kredit korporasi akan disesuaikan.
"Umumnya baru bisa efektif setelah tiga bulan," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




