Pertamina Akan Investasi Rp 60 T Tahun 2015
Senin, 8 Desember 2014 | 17:45 WIB
Jakarta - PT Pertamina Tbk menganggarkan US$ 5 miliar (Rp 61,73 triliun) untuk rencana belanja modal (capital expenditures/ capex) tahun depan.
Direktur Bidang Usaha Portofolio Investasi, Manajemen Risiko dan Keuangan PT Pertamina Arief Budiman mengatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi, pengembangan serta peningkatan produksi (revitalisasi) sumur tua milik perusahaan.
"Sumur kami rata-rata berusia lebih dari 20 tahun, ini perlu direvitalisasi," katanya usai jumpa pers di Jakarta, Senin (8/12).
Arief memperkirakan biaya total revitalisasi sumur-sumur tersebut mencapai US$ 25 miliar, yang akan dibiayai sebagian kecil dari capex dan sisanya dari rencana penerbitan obligasi. Tahun lalu perusahaan berhasil memperoleh US$ 3,25 miliar dari penerbitan obligasi global korporasi.
"Sisanya rencananya akan dibiayai dari peningkatan dana (melalui penerbitan obligasi global korporasi) sepanjang itu tidak memberatkan secara korporasi dan terfokus pada proyek utama kita," tegasnya.
Lebih lanjut, Arief mengatakan posisi laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) perusahaan per kuartal-III masih dikisaran 2,7 kali, menandakan masih ada ruang untuk pinjaman.
Selain merevitalisasi kilang (sumur tua), perusahaan juga berencana mengalokasikan dana belanja modal untuk peningkatan stok operasional dari 18 hari menjadi 30 hari, di mana perusahaan akan membangun tangki minyak di darat sehingga dapat meningkatkan efisiensi supply chain (rantai pasokan). Adapun stok LPG 3 kilogram lebih menyediakan, hanya tersedia di darat dalam waktu empat hari.
"Negara lain itu stock minyak ready di darat mencapai satu hingga tiga bulan, kalo kita bisa bangun storage di darat, regular alternative emergency (RAE) bisa jalan, jadi kalau satu ada masalah operasi, alternatifnya bisa diambil dari tempat lain," paparnya.
Ia menambahkan butuh tambahan investasi yang besar untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan minyak Pertamina agar bisa ditingkatkan ke level stok nasional.
"Dana inventory (uang mati)-nya ini yang besar," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




