Tahun 2015, Pertamina Tak Lagi Rugi Jual Elpiji 12 Kg
Minggu, 4 Januari 2015 | 15:27 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyatakan tidak ada lagi kerugian penjualan elpiji tabung kemasan 12 kilogram (kg) di tahun 2015. Hal ini menyusul penyesuaian harga elpiji nonsubsidi tersebut sebesar Rp 1.500 per kg terhitung sejak 2 Januari 2015 pukul 00.00 waktu setempat.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan perseroan selama ini menjual produk tersebut di bawah harga keekonomian. Padahal elpiji 12 kg bukanlah termasuk produk yang disubsidi pemerintah. Prognosis Pertamina kerugian penjualan elpiji 12 kg di 2014 mencapai US$ 390 juta.
"Kalau tahun 2014 masih rugi, prognosisnya sekitar US$ 390 juta. Dengan penyesuaian kemarin, maka mulai tahun 2015, sudah tidak lagi rugi," kata Ali di Jakarta, Minggu (04/01).
Ali menuturkan kebijakan korporasi ini merupakan pelaksanaan roadmap penyesuaian harga elpiji 12 kg secara berkala untuk menuju harga keekonomian sesuai dengan kaidah bisnis korporasi. Dengan penyesuaian ini, harga jual rata-rata elpiji 12 kg nett dari Pertamina menjadi Rp 9.069 per kg dari sebelumnya Rp 7.569 per kg.
"Apabila ditambahkan dengan komponen biaya lain untuk transportasi, pengisian di SPPBE, margin Agen dan PPN, maka harga jual di agen menjadi Rp 11.225 per kg atau Rp 134.700 per tabung dari sebelumnya Rp 9.575 per kg atau Rp 114.900 per tabung," jelasnya.
Dia menuturkan harga baru elpiji 12 kg itu telah mencapai harga keekonomian. Penurunan harga minyak dunia yang berpengaruh pada penurunan harga CP Aramco telah membantu mempercepat pelaksanaan roadmap penyesuaian harga LPG 12 kg lebih awal dari yang seharusnya dijadwalkan pada pertengahan Juli 2016.
"Penyesuaian harga akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sesuai harga pasar dunia LPG, sehingga secara otomatis harga epliji 12 kg akan berfluktuasi," ujarnya.
Lebih lanjut Ali menyebut kenaikan harga ini tidak akan membuat masyarakat beralih menggunakan elpiji subsidi kemasan tabung 3 kg. Pasalnya segmen konsumen 12 kg merupakan masyarakat kelas menengah ke atas yang mengutamakan kenyamanan. "Dari data kami pada kenaikan sebelumnya, migrasi sangat kecil dan hanya terjadi sesaat. Setelah itu normal kembali," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




