ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Standard Chartered: PDB Melambat ke 5,8 Persen

Rabu, 11 Januari 2012 | 15:54 WIB
DB
B
Penulis: Dion Bisara/WBP | Editor: B1
Ilustrasi: Standard Chartered
Ilustrasi: Standard Chartered (Antara)
Asia termasuk Indonesia akan kekurangan valas.

Standard Chartered memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 akan melambat menjadi 5,8 persen, dibanding pertumbuhan 2011 yang diperkirkan 6,5 persen.

Bank asal Inggris tersebut menyatakan, krisis utang di Uni Eropa akan mempengaruhi pasokan valas di Indonesia yang pada gilirannya menghambat kinerja investasi swasta domestik.

"Kita melihat Uni Eropa semakin memburuk terutama di semester pertama tahun ini. Bank Eropa akan terpukul dan mereka akan develaging balance sheet, artinya mereka akan menarik kembali pinjamannya dari perbankan Asia," kata Ekonom Senior Standard Chartered Indonesia, Fauzi Ichsan, usai paparan Global Research Briefing di Jakarta, hari ini.

Menurut Fauzi, hal ini membuat Asia termasuk Indonesia kekurangan valas, karena pendanaan valas ditarik. "Padahal itu penting untuk pendanaan swasta, karena sektor korporasi butuh dolar untuk mengimpor bahan baku," kata Fauzi.

Kepala Riset Asia Tenggara Standard Chartered, Tai Hui mengatakan Indonesia bisa mengimbangi dampak krisis Eropa dengan mengarahkan aliran modal ke sektor riil menyusul naiknya peringkat Indonesia masuk layak investasi. Itu harus dikelola dengan baik untuk menghindari overheating dan bubble asset," kata Tai.

Untuk itu, Fauzi mengatakan, pemerintah harus meningkatkan kapasitas pelaksanaan proyek infrastruktur sehingga bisa mengimbangi pelambatan investasi swasta. "Rencana ambisius jika tidak didukung kemampuan teknis, tidak akan terealisasi," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon