Relaksasi Ekspor Bauksit Dorong Percepatan Proyek SGA Antam
Kamis, 26 Maret 2015 | 18:32 WIB
Jakarta - Relaksasi ekspor bauksit akan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) bauksit PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Mempawah, Kalimantan Selatan. Proyek Smelter Grade Alumina (SGA) itu saat ini dalam tahap pencarian mitra strategis.
"Walaupun tidak ada ekspor bauksit kami masih tetap berusaha untuk menjalankan proyek SGA Mempawah. Saat ini kami dalam proses pencarian parner. Apabila Antam diberikan kesempatan untuk dapat ekspor bauksit akan sangat membantu untuk pendanaannya," kata Corporate Secretary Antam, Tri Hartono di Jakarta, Kamis (26/03).
Tri menuturkan, proyek SGA tidak termasuk proyek yang mendapat suntikan modal dari Pemerintah. Pasalnya, kata dia, Antam mengusulkan penyertaan modal pemerintah sebesar Rp 7 triliun, dan hanya disetujui sebesar Rp 3,5 triliun. Alhasil, lanjut Tri, kucuran dana itu hanya diperuntukan bagi proyek smelter FeNi Halmahera Timur di Maluku Utara serta proyek smelter anoda slime di Gresik, Jawa Timur.
"Usulan awal Rp 7 triliun itu termasuk untuk pendanaan SGA. Karena persetujuan dari pemerintah hanya Rp 3,5 triliun maka rencana penggunaannya untuk proyek FHT dan Anode Slime," ujarnya.
Lebih lanjut Tri mengungkapkan, pihaknya terus mencari opsi-opsi pendanaan yang ada sehingga proyek SGA tetap bisa berjalan. Opsi tersebut, kata dia, antara lain melalui pencarian mitra strategis. Antam sendiri, lanjutya, tengah melakukan pembahasan dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terkait kerjasama di proyek SGA. Namun Tri belum bisa membeberkan lebih lanjut bentuk kerjasama tersebut.
"Yang utama, kami tetap berusaha mencari partner dan opsi-opsi pendanaan yang ada sehingga proyek SGA ini tetap bisa jalan. Kalau ekspor (bauksit) kan diluar kontrol kami," ujarnya.
Adapun investasi proyek SGA Mempawah itu mencapai US$ 1,8 miliar dengan kapasitas produksi ditargetkan mencapai 1,6 juta metrik ton per tahun. Smelter itu sedianya bisa beroperasi pada 2014 kemarin.
Wacana relaksasi ekspor bauksit sendiri, dilontarkan oleh Ketua Tim Nasional Percepatan Pembangunan Smelter Kementerian ESDM Said Didu. Dia menyebutkan, kesempatan ekspor diberikan sebagai bentuk insentif dari pemerintah agar pembangunan smelter bauksit yang mandek kembali berjalan. Larangan ekspor mineral mentah yang diberlakukan sejak awal 2014 berimbas pada komoditas bauksit. Pasalnya hanya bauksit hasil pemurnian saja yang boleh diekspor.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




